NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Lamandau dalam dua hari terakhir. Kondisi tersebut terjadi setelah masyarakat kesulitan mendapatkan BBM eceran.
Warga berbondong-bondong mendatangi SPBU untuk mendapatkan bahan bakar. Antrean kendaraan mengular sejak pagi hingga pelayanan SPBU berlangsung.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan karena khawatir kehabisan stok.
Bupati memastikan distribusi BBM menuju SPBU di Lamandau saat ini berjalan lancar. Pihak SPBU juga telah diminta tetap membuka pelayanan setiap hari dan mengutamakan masyarakat umum dalam mendapatkan BBM.
Pemerintah Kabupaten Lamandau turut mengatur penyaluran BBM kepada masyarakat. Pemerintah juga telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) BBM di tingkat pengecer, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
“Kalau semua tertib, tidak datang berkali-kali ke SPBU, membeli secukupnya, saya yakin cukup,” ujar Bupati.
Bupati juga meminta masyarakat tidak menimbun BBM. Warga diminta membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak menjualnya kembali ke luar daerah. Praktik tersebut dikhawatirkan menyebabkan stok BBM di Lamandau kembali mengalami kekurangan.
Pemerintah berharap masyarakat bersama-sama menjaga kondisi tetap kondusif. Dengan distribusi yang berjalan lancar, pelayanan SPBU yang dibuka setiap hari, serta pembelian sesuai kebutuhan, antrean panjang dan kepanikan terkait ketersediaan BBM di Lamandau diharapkan segera teratasi. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno