BBM Langka di Lamandau, Warga Serbu SPBU hingga Antrean Mengular

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:08 WIB

 

ILUSTRASI: Tumpukan antrean kendaran di SPBU, yang mengharapkan mudah dalam membeli BBM Pertalite dan Pertamax (modifikasi AI)
ILUSTRASI: Tumpukan antrean kendaran di SPBU, yang mengharapkan mudah dalam membeli BBM Pertalite dan Pertamax (modifikasi AI)

 

NANGA BULIK, Radarsampit.jawapos.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lamandau memicu kepanikan warga. Senin (10/8/2026), antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU di wilayah tersebut.

Kondisi ini terjadi setelah beberapa hari terakhir warga kesulitan mendapatkan BBM, khususnya di Kota Nanga Bulik. Hampir seluruh pengecer BBM di kota tersebut dilaporkan menutup kios karena kehabisan stok.

Akibatnya, warga berbondong-bondong mendatangi SPBU untuk mendapatkan BBM. Antrean kendaraan memanjang hingga memenuhi badan jalan. Sebagian warga bahkan harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Warga Hias Jembatan dengan Foto Sejarah, Jejak Kejayaan Sampit Dibawa ke Ruang Publik

Situasi sempat memanas ketika sejumlah warga yang telah lama mengantre tidak mendapatkan BBM. Kekecewaan bahkan berujung kericuhan di salah satu SPBU. Video seorang emak-emak yang meluapkan kemarahan di lokasi juga sempat beredar luas di media sosial.

Kelangkaan BBM turut mengganggu aktivitas masyarakat. Warga kesulitan bekerja, mengantar anak ke sekolah, berjualan, pergi ke kebun hingga melakukan perjalanan ke luar daerah.

Bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada kendaraan bermotor, kondisi tersebut menjadi persoalan serius. Pedagang membutuhkan BBM untuk berjualan, pekerja memerlukannya untuk perjalanan, sementara masyarakat pedesaan bergantung pada BBM untuk menunjang aktivitas perkebunan dan kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Terdengar Ledakan Keras! Kebakaran Hebat Gegerkan Warga di Jalan Muchran Ali

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengatasi persoalan tersebut. Pasokan BBM diharapkan kembali normal sehingga masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam mengantre.

“Sudah beberapa hari susah cari BBM. Sekarang mau beli di SPBU harus antre panjang, belum tentu dapat. Aktivitas masyarakat benar-benar terganggu,” keluh seorang warga.

Hingga Senin (10/8/2026), antrean panjang masih terlihat di sejumlah SPBU di Kabupaten Lamandau. Masyarakat berharap persoalan distribusi dan ketersediaan BBM segera ditangani agar tidak semakin mengganggu roda perekonomian daerah. (mex/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
antre panjang minyak langka lamandau bbm spbu