NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Festival dan Lomba Layang-Layang KORMI “Cinta Lamandau” 2026 resmi ditutup di Alun-Alun Lamandau, Sabtu (8/8). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 5–8 Agustus 2026, tersebut diikuti 296 peserta dari kalangan anak-anak hingga dewasa.
Selain menjadi ajang perlombaan, festival yang dipusatkan di Alun-Alun Lamandau itu juga menjadi wadah rekreasi, kreativitas, pelestarian budaya, serta sarana mempererat silaturahmi antarkomunitas dan masyarakat.
Keindahan berbagai layang-layang yang menghiasi langit Alun-Alun Lamandau turut menarik perhatian masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Ketua KORMI Kabupaten Lamandau Helen Erawati Abdul Hamid mengatakan, Festival Layang-Layang “Cinta Lamandau” diharapkan tidak hanya menjadi permainan tradisional, tetapi juga menjadi simbol kreativitas, persatuan, dan kecintaan masyarakat terhadap daerah.
“Melalui kegiatan ini kami berharap layang-layang bukan hanya jadi permainan, tapi jadi simbol. Simbol bahwa masyarakat Lamandau bisa berkarya, bisa bersatu, dan bisa mencintai daerahnya sendiri,” ujar Helen.
Ia berharap Festival Layang-Layang “Cinta Lamandau” dapat menjadi agenda tahunan KORMI dan masuk dalam kalender wisata Kabupaten Lamandau.
Festival tersebut mempertandingkan sejumlah kategori, yakni layang-layang gapangan timbang, layang-layang pacu, layang-layang gelasan/adu, serta festival layang-layang hias.
Setelah penutupan, panitia mengumumkan para pemenang lomba sekaligus membagikan hadiah. Juara pertama pada beberapa kategori lomba mendapatkan hadiah berupa seekor kambing.
Helen mengatakan festival tersebut diharapkan terus berkembang sehingga tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan berekreasi, tetapi juga dapat memperkenalkan budaya serta potensi Kabupaten Lamandau kepada masyarakat luas. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno