Ratusan Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Lamandau

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 19:32 WIB
Warga memadati halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau, Selasa (4/8) pagi, untuk membeli bahan pangan pokok bersubsidi. (RIA/RADAR SAMPIT) 
Warga memadati halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau, Selasa (4/8) pagi, untuk membeli bahan pangan pokok bersubsidi. (RIA/RADAR SAMPIT) 

  

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Ratusan warga memadati halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau, Selasa (4/8) pagi, untuk membeli bahan pangan pokok bersubsidi melalui Gerakan Pangan Murah. Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Jadi ke-24 Kabupaten Lamandau dan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Sebelum kegiatan dibuka, warga telah mengantre untuk mendapatkan kupon pembelian sembako bersubsidi. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau Aprimeno Sabdey mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Lamandau menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

"Inflasi Kabupaten Lamandau pada minggu keempat Juli 2026 mencapai 0,84 persen. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap bahan pangan pokok," ujarnya.

Menurut Aprimeno, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi pemerintah daerah dengan pelaku usaha dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada kegiatan itu, pemerintah menyediakan tujuh komoditas pangan bersubsidi, yakni 650 sak beras premium kemasan 5 kilogram seharga Rp67.000 per sak dari harga pasar Rp90.000, 600 piring telur ayam Rp46.000 per piring, 500 kilogram gula pasir Rp16.000 per kilogram, 600 liter minyak goreng Rp19.000 per liter, 350 kilogram bawang merah Rp34.000 per kilogram, 350 kilogram bawang putih Rp35.000 per kilogram, serta 50 kilogram cabai rawit Rp32.000 per setengah kilogram.

Total subsidi yang dikucurkan pemerintah mencapai Rp36,7 juta dengan besaran subsidi berkisar 14 hingga 26 persen dari harga pasar.

Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid yang membuka kegiatan tersebut menegaskan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk menjaga ketersediaan pangan yang cukup, mudah diperoleh, dan terjangkau.

Ia mengatakan kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Karena itu, pemerintah menghadirkan Gerakan Pangan Murah agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

"Dengan subsidi sekitar 5 hingga 35 persen dari harga eceran tertinggi yang berlaku di Kabupaten Lamandau, kami berharap program ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Abdul Hamid menambahkan, Gerakan Pangan Murah merupakan wujud kepedulian pemerintah sekaligus hasil sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, distributor, dan berbagai pihak dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
lamandau gerakan pangan murah