NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Fenomena pantai dadakan yang muncul akibat surutnya Sungai Lamandau menjadi daya tarik baru bagi masyarakat Kabupaten Lamandau.
Selain menjadi lokasi rekreasi musiman yang ramai dikunjungi, kemunculan hamparan pasir tersebut juga membawa berkah bagi para pedagang kaki lima. Namun, pengunjung diimbau tidak meninggalkan sampah agar kebersihan kawasan tetap terjaga.
Pantai dadakan yang hanya muncul pada musim kemarau dipadati ratusan pengunjung setiap hari. Mereka datang untuk bersantai, bermain air, dan menikmati suasana sore di tepian Sungai Lamandau.
Baca Juga: Pintu Gerbang Sekolah Digembok, Murid SDN 3 Bangkal Sempat Diliburkan
Karena tidak selalu muncul setiap tahun, fenomena tersebut menjadi magnet baru bagi warga. Ramainya pengunjung dimanfaatkan masyarakat untuk membuka lapak dagangan di sekitar lokasi.
Salah seorang pedagang, Along Aswan, mengaku memilih berjualan lapat di kawasan pantai dadakan. Menurutnya, seluruh dagangannya selalu habis dibeli pengunjung.
"Alhamdulillah kecipratan rezekinya. Semua dagangan saya selalu habis," ujar Along.
Selain lapat, sejumlah pedagang juga menjual minuman dingin, aneka camilan, dan makanan ringan yang banyak diminati pengunjung, terutama pada sore hari.
Di balik meningkatnya aktivitas ekonomi, muncul persoalan berupa sampah yang ditinggalkan pengunjung di hamparan pasir dan tepian sungai.
Baca Juga: Remaja Nyaris Tenggelam di Sekitar Pantai Dadakan Lamandau
Seorang petugas kebersihan kota mengaku prihatin karena masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya.
Ia berharap para pedagang menyediakan tempat sampah di sekitar lapak, sementara pengunjung diminta membawa kembali sampah masing-masing atau membuangnya ke tempat sampah yang telah disediakan.
"Kalau semua peduli kebersihan, pantai dadakan ini akan tetap indah dan nyaman dinikmati bersama. Jangan sampai keindahan alam ini rusak karena ulah kita sendiri," ujarnya.
Pemerintah dan masyarakat berharap fenomena musiman yang menjadi hiburan bagi warga Lamandau tersebut dapat terus dinikmati dengan tetap menjaga kebersihan, ketertiban, dan kelestarian Sungai Lamandau sebagai salah satu ikon Kabupaten Lamandau. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno