Surutnya Sungai Lamandau Tak Ganggu Produksi Air Bersih

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 10:18 WIB
Surutnya debit Sungai Lamandau tak berpengaruh terhadap pasokan air bersih yang dikelola Perumdam Tirta Lamandau.(ist)
Surutnya debit Sungai Lamandau tak berpengaruh terhadap pasokan air bersih yang dikelola Perumdam Tirta Lamandau.(ist)

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Gangguan distribusi air bersih yang dikeluhkan pelanggan Perumdam Tirta Lamandau pada Jumat (24/7) dipastikan bukan disebabkan surutnya debit Sungai Lamandau. Perusahaan menyatakan pasokan air bersih terganggu akibat pemadaman listrik bergilir yang terjadi hampir sepanjang hari.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumdam Tirta Lamandau Manto mengatakan, ketersediaan air baku di Sungai Lamandau masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan produksi. Meski debit sungai menurun pada musim kemarau, kondisi tersebut tidak mengganggu proses pengolahan air bersih.

"Kalau sumber air baku cukup aman. Memang secara teknis pompa bekerja lebih berat karena ada kenaikan elevasi akibat menurunnya debit sungai. Namun, kualitas air masih aman karena air yang kami ambil berada pada kedalaman sekitar satu hingga satu setengah meter di bawah permukaan air," ujarnya.

Menurut Manto, kualitas air baku yang masuk ke instalasi pengolahan masih normal. Bahkan, pada musim kemarau air baku lebih mudah diolah dibandingkan saat musim hujan karena tingkat kekeruhannya lebih rendah.

"Semakin surut Sungai Lamandau, air baku yang kami gunakan justru relatif lebih mudah diolah menjadi air bersih. Berbeda saat musim penghujan, tingkat kekeruhan lebih tinggi sehingga penggunaan bahan kimia juga lebih banyak," katanya.

Manto menegaskan, kendala utama yang menyebabkan distribusi air bersih terganggu adalah pemadaman listrik dari PLN. Perumdam Tirta Lamandau masih bergantung sepenuhnya pada pasokan listrik untuk mengoperasikan pompa pengambilan air di sungai dan pompa distribusi di instalasi pengolahan.

Menurut dia, pompa pengambilan air dan instalasi pengolahan berada pada gardu serta jalur listrik yang berbeda. Kondisi tersebut membuat gangguan distribusi dapat terjadi lebih dari sekali apabila pemadaman tidak berlangsung secara bersamaan.

"Kalau pemadamannya tidak bersamaan, kami bisa dua kali terkena dampaknya. Saat pompa intake padam kami tidak bisa mengambil air baku, dan ketika listrik di instalasi pengolahan padam, distribusi juga berhenti. Baru tekanan air mulai normal, listrik padam lagi sehingga proses harus diulang dari awal," jelasnya.

Akibat pemadaman tersebut, distribusi air ke rumah-rumah pelanggan mengalami keterlambatan dan tekanan air tidak segera kembali normal setelah aliran listrik pulih.

Perumdam Tirta Lamandau mengimbau pelanggan tetap tenang karena ketersediaan air baku di Sungai Lamandau masih mencukupi. Perusahaan juga berharap pasokan listrik kembali stabil agar distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berjalan normal selama musim kemarau. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
Perumdam lamandau sungai