NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengapresiasi upaya masyarakat Kecamatan Delang dalam menghidupkan kembali tradisi adat Maonjuan Sorah sebagai warisan budaya leluhur. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri rangkaian ritual adat di Desa Riam Penahan, yang diikuti masyarakat dari 10 desa dan satu kelurahan se-Kecamatan Delang.
Ritual diawali dengan kedatangan belasan perahu bambu yang merapat di tepian Sungai Delang. Perahu-perahu tersebut membawa hasil bumi, seperti beras, buah-buahan, dan hewan ternak, yang kemudian diserahkan secara simbolis kepada Bupati Lamandau.
Dalam sambutannya, Rizky menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang berkomitmen menjaga dan melestarikan tradisi Maonjuan Sorah.
"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kecamatan Delang yang ingin menjaga dan melestarikan tradisi Maonjuan Sorah sebagai warisan budaya leluhur," ujarnya.
Menurut Rizky, Maonjuan Sorah tidak sekadar menjadi seremoni penyerahan hasil bumi, tetapi juga merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki. Tradisi tersebut juga mencerminkan nilai gotong royong, kebersamaan, dan keharmonisan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dari 10 desa dan satu kelurahan di Kecamatan Delang yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi tersebut.
"Hal ini menunjukkan bahwa semangat persatuan dan kecintaan terhadap budaya lokal masih terpelihara dengan baik," katanya.
Rizky menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya agar identitas daerah tetap terjaga.
"Pelaksanaan Maonjuan Sorah menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai budaya. Identitas daerah yang kuat akan menjadi modal besar dalam membangun masyarakat yang maju tanpa kehilangan akar budayanya," tuturnya.
Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi tersebut, mewariskannya kepada generasi muda, serta menjadikannya sebagai potensi yang mendukung sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Tradisi Maonjuan Sorah merupakan warisan masyarakat pedalaman sejak masa Kerajaan Kotawaringin. Pada masa itu, masyarakat dari wilayah hulu sungai mengantarkan persembahan berupa hasil bumi dan ternak kepada raja sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan syukur atas hasil panen dan kehidupan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi tersebut kemudian menghilang setelah masa penjajahan dan berakhirnya era kerajaan.
Usai prosesi adat, hasil bumi yang diterima Bupati tidak disimpan, melainkan dibagikan kembali kepada masyarakat yang hadir. Suasana semakin hangat ketika Rizky turut memasak kambing yang diserahkan dalam ritual tersebut, lalu menyantapnya bersama warga di tepian Sungai Delang. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno