Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Warga Lamandau Diminta Tenang soal BBM 

Ria Mekar Anggreany • Jumat, 17 Juli 2026 | 18:16 WIB
Anggota Polres Lamandau bersama Satpol PP saat memantau kondisi SPBU, Kamis (16/7).(ria/radarsampit)
Anggota Polres Lamandau bersama Satpol PP saat memantau kondisi SPBU, Kamis (16/7).(ria/radarsampit)

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) menyusul sempat terjadinya keterlambatan distribusi di sejumlah wilayah. Warga diminta membeli BBM sesuai kebutuhan karena pasokan mulai kembali normal.

Rizky mengatakan pemerintah telah memantau langsung kondisi di lapangan dan menerima laporan mengenai sempat kosongnya stok BBM di Kota Nanga Bulik hingga beberapa desa di Kabupaten Lamandau. Keterlambatan distribusi terjadi pada akhir pekan dan kini kondisi pasokan telah berangsur normal.

"Memang ada keterlambatan pengiriman saat weekend kemarin, dan sebenarnya sekarang sudah normal. Tapi karena banyak warga panik, akhirnya ramai-ramai ke SPBU sehingga mengakibatkan antrean panjang," ujar Rizky.

Ia menjelaskan, keterlambatan distribusi tersebut hanya bersifat sementara dan bukan disebabkan kelangkaan BBM berkepanjangan. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang, tidak melakukan penimbunan, serta membeli BBM sesuai kebutuhan agar ketersediaan pasokan tetap terjaga.

Rizky berharap distribusi BBM dalam beberapa hari ke depan kembali lancar sehingga operasional seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Lamandau dapat berjalan normal.

Selain mengimbau masyarakat, Bupati juga menyoroti kenaikan harga BBM di tingkat pengecer. Berdasarkan laporan yang diterimanya, harga Pertamax eceran di sejumlah lokasi mencapai Rp25 ribu per liter.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang menjual BBM secara eceran agar tidak menaikkan harga yang mencekik masyarakat. Jangan memanfaatkan situasi seperti ini untuk mencari keuntungan yang berlebihan," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Lamandau terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi BBM kembali stabil. Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak membeli BBM secara berlebihan, dan bersama-sama menjaga ketersediaan pasokan agar kebutuhan seluruh warga dapat terpenuhi. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
lamandau panic buying bbm