Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sekda Beberkan Realisasi APBD 2026 di Hadapan DPRD Lamandau

Ria Mekar Anggreany • Jumat, 19 Juni 2026 | 20:04 WIB
LAPORAN: Sekda Lamandau saat menyampaikan laporan realisasi APBD 2026 di hadapan DPRD Lamandau, Kamis (18/6/2026). FOTO: IST/RADAR SAMPIT
LAPORAN: Sekda Lamandau saat menyampaikan laporan realisasi APBD 2026 di hadapan DPRD Lamandau, Kamis (18/6/2026). FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

NANGA BULIK, Radarsampit.jawapos.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamandau, Irwansyah menyampaikan laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 di hadapan puluhan anggota DPRD Lamandau dalam rapat yang digelar di ruang sidang gedung dewan, Kamis (18/6/2026).

Ketua DPRD Lamandau, Herianto mengatakan bahwa pihaknya sengaja mengundang pihak eksekutif untuk mendengar informasi terkait bagaimana pelaksanaan APBD, realisasi pendapatan maupun serapan dan realisasi belanja.

"Karena ini sudah jelang akhir triwulan dua, namun tampaknya banyak pekerjaan yang belum dimulai, sehingga kita butuh penjelasan," ucapnya. 

Baca Juga: Bupati Ajak Masyarakat Lamandau Menjaga Toleransi di Hari Raya Galungan

Dalam paparannya, Sekda menjelaskan bahwa hingga 12 Juni 2026, realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp295,39 miliar atau 37,32 persen dari target sebesar Rp791,55 miliar.

Pendapatan tersebut didominasi oleh transfer pemerintah pusat yang mencapai Rp252,93 miliar, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi Rp42,46 miliar atau 37,53 persen dari target.

Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp271,49 miliar atau 29,78 persen dari total anggaran Rp911,57 miliar. Belanja operasi menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp240,12 miliar atau 33,21 persen, yang sebagian besar dialokasikan untuk belanja pegawai dan belanja barang serta jasa.

Baca Juga: Bupati Dukung Akreditasi RSUD Gusti Abdul Ghani Lamandau, Pers Diminta Awasi Pelayanan Kesehatan

Sekda menegaskan, capaian ini menunjukkan bahwa roda pemerintahan dan pelayanan publik berjalan sesuai rencana, meskipun masih ada sejumlah sektor yang perlu dipacu, terutama pada belanja modal yang baru terealisasi 3,50 persen. 

"Kita memang harus mengencangkan ikat pinggang, karena keterbatasan anggaran saat ini dan ketidakpastian transfer dana dari pusat, sejumlah belanja terpaksa ada yang ditunda dulu hingga 50 persen seperti biaya perjalanan dinas, ATK dan lainnya," tutur Sekda.

Baca Juga: Jumat Bersih Jadi Agenda Rutin Pemkab Lamandau

Puluhan anggota DPRD Lamandau yang hadir menyimak laporan tersebut dengan seksama. Sejumlah catatan dan masukan pun disampaikan, terutama terkait optimalisasi PAD serta percepatan realisasi belanja pembangunan agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.

"Segera diklasifikasi, mana pekerjaan yang bisa dilakukan segera, mana yang mungkin tidak bisa terealisasi. Sehingga proyek yang bisa segera di lelang agar bisa dilaksanakan. Hal ini menjadi perhatian agar percepatan pembangunan fisik dapat segera dioptimalkan pada triwulan berikutnya. Jangan sampai kita dapat teguran dari pusat," tegas Ketua DPRD Lamandau Herianto. (mex/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#sekda lamandau #anggaran tahun 2026 #APBD #DPRD Lamandau #pad