NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Demam Piala Dunia turut menyita perhatian warga Kabupaten Lamandau. Pemerintah Kabupaten Lamandau memanfaatkan videotron di Bundaran Rusa Kota Nanga Bulik sebagai sarana nonton bareng (nobar), menghadirkan hiburan sekaligus ruang kebersamaan bagi masyarakat pecinta sepak bola.
Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia antara tim nasional Spanyol dan Tanjung Verde di kawasan Bundaran Rusa Kota Nanga Bulik, Senin malam (15/6/2026).
Kegiatan tersebut memanfaatkan videotron milik pemerintah daerah yang selama ini digunakan untuk menyampaikan berbagai informasi publik. Kali ini, layar raksasa tersebut menjadi pusat perhatian masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan sepak bola dunia secara bersama-sama.
Sejak sebelum pertandingan dimulai, puluhan warga dari berbagai kalangan tampak memadati kawasan Bundaran Rusa. Mereka datang bersama keluarga, teman, maupun komunitas untuk menikmati atmosfer Piala Dunia yang disiarkan melalui videotron.
Pertandingan berlangsung sengit dengan sejumlah peluang yang tercipta dari kedua tim. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, baik Spanyol maupun Tanjung Verde gagal memanfaatkan kesempatan yang ada sehingga laga berakhir tanpa gol dengan skor imbang 0-0.
Meski pertandingan berakhir tanpa pemenang, suasana nobar tetap berlangsung meriah. Sorak sorai penonton beberapa kali terdengar saat kedua tim menciptakan peluang berbahaya di depan gawang lawan.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengatakan kegiatan nobar tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.
“Kami sengaja memfasilitasi masyarakat melalui videotron agar warga dapat menikmati Piala Dunia bersama dalam suasana yang aman dan menyenangkan,” ujarnya.
Menurutnya, ruang publik yang aktif dan dimanfaatkan untuk kegiatan positif dapat menjadi sarana memperkuat interaksi sosial masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan.
Pemerintah Kabupaten Lamandau, lanjutnya, akan terus menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat serta mendorong meningkatnya minat dan kecintaan terhadap dunia olahraga.
Kegiatan nobar berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga pertandingan berakhir. Setelah laga usai, masyarakat membubarkan diri dengan tertib sambil menantikan pertandingan-pertandingan berikutnya dalam ajang Piala Dunia. (mex/sla)
Editor : Slamet Harmoko