NANGA BULIK, Radarampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Lamandau mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara virtual dari Ruang Rapat Bupati Lamandau, Senin (8/6/2026).
Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir secara hybrid dari Kantor Pusat Kemendagri di Jakarta.
Bupati Lamandau diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Charles Rakam. Kegiatan itu juga dihadiri unsur Forkopimda serta perwakilan instansi vertikal sebagai bentuk sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di daerah.
Baca Juga: RSSI Pangkalan Bun Kini Steril, PKL Resmi Direlokasi ke Jalan Sudirman SH
Dalam arahannya, Tomsi Tohir menyoroti tingginya harga cabai yang masih menjadi salah satu pemicu inflasi di berbagai daerah. Ia meminta seluruh kepala daerah tidak hanya bergantung pada pasokan dari luar wilayah, melainkan mulai memperkuat produksi komoditas tersebut di daerah masing-masing.
"Jika masyarakat di daerah kita adalah kelompok dominan pemakan cabai, maka bertanggung jawablah kepala daerahnya, jangan hanya mengandalkan kabupaten/kota lain," tegas Tomsi.
Menurutnya, ketergantungan terhadap pasokan dari daerah lain hanya akan membuat persoalan harga terus berulang setiap kali terjadi gangguan distribusi atau penurunan produksi.
Baca Juga: Kabel Maut di Kamar Kos! Seharian Bolos Kerja, Karyawan di Palangka Raya Tewas Tersengat Listrik
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026, cabai merah tercatat sebagai komoditas penyumbang inflasi tertinggi. Harga cabai mengalami kenaikan hingga 25,64 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,08 persen.
Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya permintaan, termasuk dari sektor industri pengolahan yang menyerap sebagian besar hasil produksi.
Dampak kenaikan harga cabai juga dirasakan masyarakat Lamandau. Dalam beberapa pekan terakhir, harga cabai di pasaran terpantau mengalami fluktuasi tajam dan bahkan sempat menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram.
Baca Juga: Bawa Kabur Motor Rental di Seruyan, Pak Haji Ditangkap di Kumai
Situasi ini tentu menjadi beban tambahan bagi rumah tangga, terutama masyarakat dengan tingkat konsumsi cabai yang tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamandau menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi melalui langkah-langkah konkret.
Salah satunya dengan mendorong peningkatan produksi cabai di wilayah Kabupaten Lamandau melalui pemanfaatan lahan pekarangan maupun pengembangan sentra pertanian.
Baca Juga: Subuh-subuh Geger! Pria di Karang Mulya Ditemukan Meninggal dengan Posisi Menungging di Poskamling
Gerakan menanam cabai yang didorong pemerintah pusat dinilai bukan sekadar solusi jangka pendek untuk meredam gejolak harga, tetapi juga sebagai upaya membangun kemandirian pangan daerah.
Dengan produksi yang lebih kuat dan berkelanjutan, diharapkan stabilitas harga dapat terjaga sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi dan pertumbuhan ekonomi daerah berjalan lebih sehat. (mex/fm)
Editor : Farid Mahliyannor