Hewan Kurban Jalani Pemeriksaan Antemortem dan Postmortem, Hasilnya Menggembirakan

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 20:05 WIB

 

Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau memeriksa kesehatan hewan kurban  setelah penyembelihan. (RIA/RADAR SAMPIT)
Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau memeriksa kesehatan hewan kurban setelah penyembelihan. (RIA/RADAR SAMPIT)

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau memastikan keamanan hewan kurban melalui pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum penyembelihan (antemortem) dan setelah penyembelihan (postmortem). Hingga saat ini, seluruh hewan kurban yang diperiksa dilaporkan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

Untuk mendukung pengawasan tersebut, dinas setempat menerjunkan delapan tim yang disebar ke sejumlah lokasi penyembelihan hewan kurban di wilayah Kabupaten Lamandau. Tim terdiri atas tenaga teknis kesehatan hewan yang melakukan pemeriksaan langsung di lapangan.

Pemeriksaan antemortem dilakukan satu hari sebelum Hari Raya Iduladha (H-1) untuk memastikan kondisi hewan dalam keadaan sehat dan layak disembelih. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik seperti hidung, mulut, dubur, dan luka, serta suhu tubuh, nafsu makan, cara berjalan, dan tanda-tanda penyakit menular. Langkah ini bertujuan mencegah penyembelihan hewan yang sakit agar tidak membahayakan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, pemeriksaan postmortem dilakukan setelah penyembelihan dengan memeriksa bagian daging dan organ dalam, seperti hati, paru-paru, jantung, dan limpa. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan tidak terdapat kelainan, infeksi, cacing, atau penyakit lain sehingga daging yang dibagikan kepada masyarakat memenuhi kriteria aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau, Tiryan Kuderon, melalui tenaga teknis kesehatan hewan di lapangan, Septina, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan sejauh ini menunjukkan seluruh hewan kurban dalam kondisi baik.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sejauh ini, kondisi seluruh hewan kurban dalam keadaan sehat dan baik. Masyarakat tidak perlu khawatir, namun kami menyarankan agar daging kurban dimasak dengan cara yang benar, jangan setengah matang,” ujar Septina saat melakukan pemeriksaan di salah satu lokasi penyembelihan.

Ia menambahkan, meskipun hewan kurban yang masuk ke Kabupaten Lamandau telah dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal, pemeriksaan tetap dilakukan sesuai prosedur. Hal ini sebagai bentuk pengawasan dan upaya memastikan seluruh hewan kurban yang disembelih memenuhi standar kesehatan serta aman dikonsumsi masyarakat. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
kurban lamandau iduladha