Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bupati Lamandau Pelajari Pengelolaan Sampah Terpadu di Banyumas

Ria Mekar Anggreany • Senin, 11 Mei 2026 | 06:40 WIB
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra melaksanakan studi tiru pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Terpadu–Refuse Derived Fuel (TPST-RDF) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (08/05). (foto: pemkab lamandau)
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra melaksanakan studi tiru pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Terpadu–Refuse Derived Fuel (TPST-RDF) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (08/05). (foto: pemkab lamandau)

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, melakukan kunjungan kerja dan studi tiru pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Terpadu–Refuse Derived Fuel (TPST-RDF) di Kabupaten Banyumas, Jumat (8/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu di Kabupaten Lamandau.

Dalam kunjungan itu, Rizky didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Lamandau, Ostra Wungkana. Rombongan Pemerintah Kabupaten Lamandau disambut Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, bersama Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti. Turut hadir Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, Anggota DPRD Banyumas Bobby Listyo Widjatmoko, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyumas beserta jajaran, serta Kelompok Swadaya Masyarakat pengelola TPST.

Studi tiru dilakukan untuk melihat langsung penerapan pengelolaan sampah berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat yang telah diterapkan di Banyumas. Rombongan meninjau proses pengolahan sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), mulai dari pemilahan hingga pengolahan akhir.

Dalam sistem TPST-RDF tersebut, sampah rumah tangga dipilah dan diolah kembali agar memiliki nilai manfaat. Sebagian sampah diolah menjadi bahan bakar alternatif atau refuse derived fuel (RDF) yang bernilai ekonomis.

Rizky mengatakan, kunjungan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola persampahan di Kabupaten Lamandau.

“Kita belajar dan melihat langsung bagaimana mereka mengelola sampah rumah tangga berbasis 3R dengan melibatkan masyarakat. Dari proses itu, sampah yang ada bisa diubah menjadi bahan bakar alternatif yang bermanfaat,” ujarnya.

Ia menilai konsep pengelolaan sampah di Banyumas relevan diterapkan secara bertahap di Kabupaten Lamandau. Menurutnya, persoalan sampah merupakan tantangan yang harus ditangani secara serius oleh seluruh daerah.

Rizky menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, edukasi mengenai pemilahan sampah rumah tangga perlu terus digencarkan.

“Yang terpenting, kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga masing-masing dapat mulai diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya.

Ia juga optimistis kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta penataan kawasan perkotaan dapat mendukung terwujudnya Kabupaten Lamandau meraih Piala Adipura di masa mendatang.  (mex/yit)

Editor : Heru Prayitno
#Banyumas #lamandau #pengelolaan sampah