Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jelang Puasa, Harga Bahan Pokok di Nanga Bulik Meroket

Ria Mekar Anggreany • Senin, 9 Februari 2026 | 06:50 WIB

 

Suasana pagi di Pasar Induk Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau.
Suasana pagi di Pasar Induk Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau.

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Menjelang bulan puasa, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Induk Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan harga tersebut telah terjadi sejak tiga hari terakhir dan dirasakan hampir di seluruh komoditas pangan.

Salah seorang pedagang sayur, Ratna, mengatakan kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas yang didatangkan dari Pulau Jawa.

“Dari Pangkalan Bun saja harga sudah naik. Pergerakan harga bisa terjadi setiap hari, besok kemungkinan naik lagi. Harga jual antar pedagang juga tidak seragam, bisa selisih seribu sampai dua ribu rupiah,” ujarnya.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan antara lain kol atau kubis dan labu siam yang sebelumnya dijual Rp10 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp15 ribu per kilogram. Buncis juga mengalami kenaikan cukup drastis dari Rp23 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.

“Kacang panjang dan timun naik sekitar Rp5 ribu per kilo, dari Rp8 ribu sekarang menjadi Rp12 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram. Tomat lokal juga naik dari Rp13 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram,” beber Ratna. 

Sementara itu, komoditas cabai kembali menjadi penyumbang kenaikan harga tertinggi. Cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram, kini melonjak hingga Rp85 ribu per kilogram. Cabai merah keriting juga naik dari Rp40 ribu menjadi Rp85 ribu per kilogram. Selain itu, harga daun bawang meningkat dari Rp50 ribu menjadi Rp85 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut dikeluhkan para pembeli. Mitha, seorang ibu rumah tangga, mengaku harus lebih cermat mengatur pengeluaran rumah tangga.

“Pusing, semuanya naik. Cabai naik, sayur naik, harga ikan juga rata-rata naik Rp5 ribu sampai Rp10 ribu dari harga biasa,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kenaikan harga bahan pokok memaksanya untuk mengencangkan ikat pinggang agar penghasilan suaminya mencukupi kebutuhan selama sebulan, terlebih menjelang bulan puasa.

“Kalau cuma bawa uang Rp100 ribu, sekarang tidak berani belanja ke pasar. Tidak dapat apa-apa,” keluhnya. (mex/yit)

 

 

Editor : Heru Prayitno
#lamandau #harga naik #pasar