NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com - Kabupaten Lamandau tercatat sebagai daerah dengan penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor pertambangan terendah di Provinsi Kalimantan Tengah. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat tidak selalu bergantung pada sektor tambang.
Data terbaru mencatat Lamandau memiliki tingkat kemiskinan terendah di provinsi ini, meski kontribusi DBH tambang relatif kecil. Fakta tersebut menegaskan bahwa pembangunan daerah dapat berhasil tanpa mengandalkan sumber daya ekstraktif.
Bupati Lamandau menjelaskan, pemerintah daerah sejak awal tidak menjadikan pertambangan sebagai fokus utama pembangunan. Kebijakan diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat, pemerataan pembangunan, dan pengembangan sektor produktif yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
“Yang penting bukan seberapa besar kontribusi suatu sektor terhadap pendapatan daerah, tetapi bagaimana manfaat pembangunan bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” ujar Bupati.
Pemerintah daerah terus mendorong pengembangan ekonomi lokal melalui pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penciptaan lapangan kerja berkelanjutan.
Bupati menegaskan, keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan capaian tersebut, Lamandau menjadi contoh bahwa pembangunan inklusif dan berbasis masyarakat dapat menjaga kesejahteraan, meski sektor tambang memberikan kontribusi yang minim. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno