Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Beberapa Desa di Lamandau Sudah Panen Durian, Segini Harganya

Ria Mekar Anggreany • Senin, 14 Juli 2025 | 05:42 WIB
Banyak warga Lamandau berjualan durian dadakan
Banyak warga Lamandau berjualan durian dadakan

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com - Buah durian biasanya muncul di awal tahun dan akhir tahun. Namun pada pertengahan tahun ini,  ada beberapa desa di Kabupaten Lamandau yang mulai panen durian. 

Beberapa desa tersebut diantaranya Desa Kina dan Desa Karangmas di Kecamatan Batang Kawa. Durian lokal ini mulai berjatuhan di hutan.  

Di Nanga Bulik, kini juga sudah mulai banyak warga yang berjualan durian secara dadakan. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 75 ribu per buah. Ada pula yang memasang harga Rp 50 ribu untuk tiga buah durian. 

"Di kampung sekarang mulai berjatuhan durian. Jadi mumpung turun ke kota, sekalian bawa, untuk bagi ke keluarga dan dijual," ujar Fitri, pedagang durian dari Desa Karangmas yang berjualan durian di simpang fitri.  

Durian yang ia jual lumayan berkualitas, dengan daging tebal, rasa legit dan manis. Baru sebentar ia posting di medsos, durian yang ia jual sudah ludes dalam semalam. 

"Banyak temen-teman yang pesan lewat WA dan minta antar pakai kurir. Jadi cepat habis, harganya juga terjangkau, mulai dari Rp 50 ribu dapat 3, ada yang Rp 40 ribu dan terbesar Rp 50 ribu," ungkapnya. 

Tidak semua pohon durian berbuah, dan tidak semua desa panen durian. Dia mengaku juga masih membeli dari warga penyandau durian (penunggu durian jatuh)  dengan harga cukup tinggi. Harga durian bisa murah saat panen raya di semua desa dengan buah melimpah. 

Salah satu pembeli, Andreyanto, mengaku puas membeli durian dari Desa Karangmas. Apalagi yang dibelinya semua bagus, berdaging tebal dan tidak ada yang busuk. 

"Saya beli bagus semua, kalo ada lagi pasti beli lagi nanti. Kami biasanya beli dari orang yang sudah dikenal, jadi bisa dipercaya, kalau bilang bagus pasti bagus," tuturnya. (mex/yit) 

 

 

Editor : Heru Prayitno
#lamandau #durian