SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Langkap, menyoroti minimnya fasilitas sanitasi di salah satu sekolah dasar yang memiliki 342 murid. Di sekolah itu diketahui hanya dilengkapi satu unit toilet.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat tidak ideal dan berpotensi mengganggu kenyamanan serta kesehatan para siswa.
“Ada sekolah dasar dengan jumlah siswa sampai 342 orang, tapi kamar mandi hanya satu. Ini tentu tidak memadai,” ungkap Langkap, Jumat (6/3), mengungkapkan situasi yang ditemuinya saat menggelar reses, belum lama tadi.
Ia menjelaskan, secara ideal satu toilet seharusnya digunakan oleh sekitar 16 hingga 20 siswa. Dengan jumlah siswa yang mencapai ratusan, fasilitas yang tersedia jelas tidak sebanding dengan kebutuhan.
Selain masalah toilet, Langkap juga menerima laporan masyarakat mengenai kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan, seperti atap bocor dan plafon yang rusak.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut merupakan pengaduan langsung dari masyarakat saat kegiatan reses di wilayah Dapil IV.“Ini pengaduan nyata dari masyarakat di daerah pemilihan kami,” ujarnya.
Dalam reses di empat kecamatan itu, Langkap menyebut sebagian besar aspirasi masyarakat masih berkaitan dengan kebutuhan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, serta sektor ekonomi.
Ia merinci, dari Kecamatan Cempaga terdapat 34 usulan masyarakat, sementara dari Kecamatan Kota Besi tercatat 65 usulan. Usulan serupa juga datang dari Telawang dan Cempaga Hulu.Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur, khususnya penimbunan jalan yang dilakukan menjelang akhir tahun.
Langkap membeberkan, bahwa menurut warga, pekerjaan yang dilakukan setelah pertengahan Desember justru menimbulkan persoalan karena bertepatan dengan musim hujan. Akibatnya, jalan yang ditimbun tidak membaik, bahkan dinilai semakin rusak.
Dirinya pun berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat melakukan evaluasi terhadap pola pelaksanaan pembangunan agar lebih terencana dan tepat sasaran.
“Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi kita semua, baik eksekutif maupun legislatif, agar kualitas pembangunan ke depan bisa lebih baik dan benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Langkap.(ang/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama