SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Galian pemasangan pipa air bersih di Jalan Walter Condrad, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi sorotan publik.
Menanggapi hal tersebut, Perumdam Tirta Mentaya menegaskan seluruh pekerjaan pemasangan pipa dilakukan sesuai standar teknis Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan akan dikembalikan ke kondisi semula setelah pekerjaan selesai.
Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Mentaya, Edy Dyufriadi, menyampaikan bahwa sebelum pelaksanaan pekerjaan, pihaknya telah berkoordinasi dan mengantongi izin dari dinas terkait. Menurutnya, Perumdam tidak mungkin melakukan pemasangan tanpa persetujuan dari instansi yang memiliki kewenangan wilayah.
“Kami tidak berani asal memasang. Semua sudah melalui koordinasi dan izin dari dinas terkait. Prinsipnya, pekerjaan ini untuk mendukung pembangunan daerah dan memastikan masyarakat terlayani air bersih,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, kendala teknis di lapangan tidak dapat dihindari, terutama pada proses pemasangan pipa jenis HDPE yang menggunakan sistem penyambungan dengan metode pemanasan dan pendinginan.
Proses tersebut membutuhkan ruang dan waktu tertentu sehingga tidak memungkinkan penyambungan dilakukan di dalam galian sempit.
Selain itu, Edy menegaskan bahwa pekerjaan galian dilakukan sesuai standar PU. Setelah pemasangan pipa selesai, seluruh galian, termasuk jalan masyarakat yang terdampak, akan dipulihkan seperti kondisi awal.
“Bukan hanya galian, tetapi jalan yang sebelumnya dicor juga akan kami kembalikan seperti semula. Semua arahan dari PU akan kami patuhi,” tegasnya.
Terkait lambatnya perbaikan galian, Edy menyebut faktor cuaca menjadi kendala utama. Kondisi tanah yang masih basah akibat hujan berpotensi menimbulkan masalah baru jika pemadatan dipaksakan.
“Kalau dipaksakan dirapikan saat tanah masih basah, justru berisiko amblas dan memicu keluhan baru dari masyarakat. Setelah kering, akan kami padatkan kembali dan ditutup dengan sirtu,” jelasnya.
Menanggapi sorotan DPRD terkait kondisi drainase di Jalan Walter Condrad, Edy menegaskan bahwa galian Perumdam berada di bahu jalan, bukan pada saluran drainase. Ia menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU terkait hal tersebut.
“Drainase di Jalan Walter Condrad memang tersumbat, tetapi bukan karena galian kami. Kami hanya menggali di bahu jalan,” katanya.
Perumdam Tirta Mentaya memastikan seluruh pekerjaan akan dirapikan secara menyeluruh setelah proses pemasangan selesai dan cuaca membaik, sehingga kondisi jalan benar-benar padat dan aman digunakan kembali oleh masyarakat. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko