"Pasar murah ini secara serentak digelar di seluruh kabupaten/kota di Kalteng pada hari ini dan disaksikan Gubernur Kalimantan Tengah melalui xoom," ungkap Bupati Lamandau H Hendra Lesmana.
Bupati mengungkapkan bahwa inflasi terjadi disemua daerah, salah satu penyebabnya adalah kenaikan harga BBM. Saat ini beberapa barang penyebab inflasi di antaranya adalah telur, ayam, ikan sungai, beras dan lainnya.
"Sesuai arahan gubernur, kita diminta mengalokasikan anggaran untuk ketahanan pangan di kabupaten masing-masing dan itu sudah kita alokasikan baik dalam APBD murni maupun APBD perubahan," bebernya.
Menurutnya sesuai ketentuan, daerah diminta menyiapkan 2 persen dari anggaran yakni sebesar Rp 3 miliar lebih. Untuk pasar murah dan operasi pasar sebesar Rp 1,25 miliar, hibah bantuan bibit ikan Rp 500 juta, program ketahanan pangan dan substitusi pangan Rp 100 juta dan bansos BLT Rp 1,176 miliar.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamandau, Penyang membeberkan bahwa khusus wilayah Kabupaten Lamandau, pasar murah dilaksanakan di Kota Nanga Bulik, dengan sasaran 100 orang warga kurang mampu.
"Ada 100 paket sembako senilai Rp 112 ribu, namun kita subsidi sehingga warga hanya menebus seharga Rp 50 ribu saja. Paket tersebut berisi Beras 5 kg, gula 2 kg, dan minyak goreng 1 liter," jelas Penyang. (mex/sla) Editor : Slamet Harmoko