Kebakaran Eks SMK di Tumbang Penyahuan, Camat Belum Pastikan Sumber Api

M. Akbar • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:24 WIB
Tangkapan layar kebakaran bangunan bekas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Desa Tumbang Penyahuan, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotim.  (Istimewa)
Tangkapan layar kebakaran bangunan bekas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Desa Tumbang Penyahuan, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotim. (Istimewa)

 SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Bangunan bekas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Desa Tumbang Penyahuan, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ludes terbakar pada Selasa (13/10/2026). Meski kebakaran terjadi di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut, penyebab pasti munculnya api belum diketahui.

Camat Bukit Santuai, Agus Saptono, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihak kecamatan belum dapat memastikan sumber api, termasuk apakah kebakaran dipicu oleh karhutla yang merembet ke bangunan atau faktor lainnya.

“Kalau sumber apinya dari mana, sampai saat ini belum bisa kami pastikan. Apakah karena kelalaian warga atau faktor lain, kami belum tahu,” ujar Agus, Rabu (14/10).

Berdasarkan informasi yang diterima pihak kecamatan dan kondisi di lapangan, kebakaran bangunan tersebut diduga berkaitan dengan karhutla yang menjalar hingga ke area bekas sekolah. Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan.

Agus menjelaskan, bangunan yang terbakar merupakan gedung lama SMK yang sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar sejak 2016. Aktivitas sekolah telah dipindahkan ke gedung baru yang dibangun melalui bantuan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

“Bangunan itu bekas gedung SMK. Sejak 2016 sudah tidak beroperasi sampai sekarang,” jelasnya.

Menurut Agus, saat proses pemindahan ke gedung baru, sejumlah material bangunan lama yang masih layak, seperti papan ulin dan dinding, telah diambil untuk dimanfaatkan kembali. Sementara itu, material yang tersisa berada di lokasi yang terletak di ujung kampung dan telah ditumbuhi semak belukar.

Kondisi tersebut membuat bangunan bekas sekolah itu dikelilingi tumbuhan liar. Meski sudah tidak digunakan, kebakaran yang menghanguskan bangunan tersebut tetap menjadi perhatian karena menunjukkan potensi dampak karhutla terhadap fasilitas di sekitar titik kebakaran.

Agus menyebut, karhutla dalam beberapa hari terakhir terjadi di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Bukit Santuai. Penanganan kebakaran di sekitar Desa Tumbang Penyahuan bahkan berlangsung hampir tiga hari berturut-turut hingga Selasa malam.

“Di wilayah kami ada beberapa titik karhutla yang ditangani. Hampir tiga hari berturut-turut terjadi kebakaran di sekitar Desa Tumbang Penyahuan, sampai tadi malam, dengan kejadian terakhir yang membakar bangunan SMK ini,” ungkapnya.

Api yang membakar bangunan bekas sekolah tersebut kini dilaporkan telah padam. Pemerintah kecamatan juga telah menyampaikan laporan tertulis kepada Bupati Kotim melalui Sekretaris Daerah untuk diteruskan kepada instansi terkait mengenai penanganan karhutla dan dampak yang ditimbulkannya.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
Tumbang Penyahuan Kebakaran SMK smk kotim