SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Sebanyak 1.064 titik panas terdeteksi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, berdasarkan rekapitulasi data BMKG per Jumat (9/10/2026) pukul 07.00 WIB. Kecamatan Seranau menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, mencapai 336 titik.
Data BMKG yang bersumber dari BMKG, BPBD, dan BRIN tersebut mencatat 949 titik panas berkategori kepercayaan menengah, 71 titik berkategori tinggi, dan 44 titik berkategori rendah.
Dominasi titik panas berkategori menengah dan tinggi menjadi perhatian di tengah kondisi kemudahbakaran yang masih tinggi di sebagian besar wilayah Kotim.
Setelah Seranau, jumlah titik panas terbanyak berada di Kecamatan Pulau Hanaut dengan 273 titik dan Mentaya Hilir Utara sebanyak 162 titik. Ketiga kecamatan tersebut menyumbang 771 titik panas atau sekitar 72,5 persen dari total yang terdeteksi.
Wilayah lain yang turut terpantau memiliki titik panas adalah Teluk Sampit dan Mentaya Hulu, masing-masing 44 titik, serta Antang Kalang dengan 31 titik.
Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Kotim Rihel dapat dimintai keterangan mengenai perkembangan penanganan kebakaran, kondisi lapangan, serta langkah antisipasi di kecamatan dengan sebaran titik panas tertinggi.
Di sisi lain, prakiraan BMKG menunjukkan potensi pertumbuhan awan hujan di Kotim berada pada kategori sedang, sekitar 50 hingga 70 persen, untuk periode Jumat (9/10) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (10/10) pukul 07.00 WIB.
Meski demikian, potensi pertumbuhan awan hujan tidak serta-merta menjamin hujan turun merata atau mampu memadamkan kebakaran. Peta kemudahbakaran untuk 9 Oktober juga menunjukkan sebagian besar wilayah Kotim masih berada dalam kategori sangat mudah terbakar.
Kondisi tersebut membuat pemantauan dan penanganan karhutla tetap penting, terutama di wilayah dengan konsentrasi titik panas tinggi. Data satelit menjadi petunjuk awal untuk menentukan prioritas pemantauan, sementara kondisi kebakaran aktual perlu dipastikan melalui pengecekan di lapangan. (oes)
Editor : Slamet Harmoko