SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Janji perbaikan fender Jembatan Cempaga pada 14 Oktober 2026 kini ditunggu warga Cempaga, setelah hampir tiga bulan kerusakan.
Anggota DPRD Kotim, Rinie, yang membidangi urusan jalan dan jembatan, meminta kerusakan fender tersebut segera ditangani. Menurutnya, Jembatan Cempaga merupakan infrastruktur penting sehingga kondisi pengamannya harus menjadi perhatian.
Ia meminta jadwal perbaikan yang sudah disampaikan pihak terkait tidak kembali mundur.
“Kalau memang sudah ada jadwal perbaikan, harus dilaksanakan. Jangan sampai terus ditunda karena ini menyangkut infrastruktur yang digunakan masyarakat,” ujarnya.
Rinie juga menilai aktivitas tongkang yang masih berlangsung membuat keberadaan fender semakin penting. Jangan sampai kerusakan pengaman dibiarkan sementara lalu lintas tongkang tetap berjalan.
“Fender itu dibuat untuk melindungi bagian utama jembatan. Karena tongkang masih melintas, tentu pengaman itu harus segera dikembalikan. Jangan sampai nanti terjadi benturan lagi dan dampaknya lebih besar,” imbuhnya.
Menurut Rinie, pihak yang menyebabkan kerusakan harus memenuhi tanggung jawabnya. Pemerintah daerah juga diminta memastikan proses perbaikan berjalan sesuai rencana.
“Yang paling penting sekarang bagaimana perbaikannya segera dilakukan. Jangan hanya berhenti pada rapat dan kesepakatan. Harus ada pekerjaan nyata di lapangan,” tegasnya.
Baca Juga: Fender Jembatan Cempaga Rusak Dihantam Tongkang, Perbaikan Dijanjikan Mulai 14 Oktober
Sementara itu, Taufiq, salah satu warga Cempaga turut berkomentar. Menurutnya, kerusakan fender tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Apalagi, aktivitas tongkang pengangkut CPO maupun bauksit masih keluar masuk dan melintas di bawah Jembatan Cempaga.
“Jangan sampai 14 Oktober nanti kembali molor. Kami sudah cukup lama menunggu. Kalau sudah dijanjikan tanggal 14, ya harus mulai dikerjakan,” ujarnya.
Taufiq juga mengungkapkan, sebagian besar tiang fender sudah patah dan hanya menyisakan satu tiang yang kondisinya miring. Kondisi itu membuat warga khawatir apabila kembali terjadi benturan tongkang.
“Fender itu pengaman jembatan. Sekarang sebagian besar sudah tidak ada, sementara tongkang masih lalu lalang. Jangan sampai nanti disenggol lagi dan langsung kena pilar jembatan,” paparnya.
Taufiq juga mengklaim, warga akan mengambil langkah apabila jadwal perbaikan kembali tidak dipenuhi. Menurutnya, warga berencana menyurati pihak terkait dan meminta aktivitas keluar masuk tongkang CPO di Sungai Cempaga dihentikan sementara.
“Kalau tidak sesuai jadwal lagi, kami akan menyurati pihak terkait. Kami minta jangan ada dulu aktivitas keluar masuk tongkang CPO sementara waktu. Mereka sudah merusak, sekarang harus bertanggung jawab,” tegasnya.
“Jangan tunggu sampai kejadian kedua. Kalau fender belum diperbaiki lalu ada tongkang menyenggol lagi, siapa yang mau bertanggung jawab kalau sampai pilar jembatan rusak?” tambah Taufiq.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, mengatakan pihak pemilik tongkang telah menyatakan bertanggung jawab penuh atas kerusakan fender. Berdasarkan rencana yang disampaikan, pemancangan dijadwalkan dimulai 14 Oktober 2026.
Pekerjaan secara keseluruhan ditargetkan berlangsung sekitar 16 minggu atau empat bulan. Tahapannya meliputi persiapan pemancangan, pemancangan, pekerjaan bracing, pembesian, pemasangan besi hingga pengecoran.(ang/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama