SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-57 tingkat Kabupaten Kotim yang dipusatkan di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu.
Imbauan tersebut disampaikan Halikinnor saat membuka MTQ dan FSQ ke-57, belum lama ini. Ia menilai kewaspadaan perlu ditingkatkan seiring meningkatnya kunjungan masyarakat untuk menyaksikan rangkaian kegiatan, terlebih kondisi kekeringan masih melanda wilayah Kotim.
“Kondisi ini menuntut kewaspadaan dan kepedulian kita semua karena dampaknya dapat mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, serta kelestarian lingkungan kita,” kata Halikinnor.
Ia secara khusus mengingatkan masyarakat yang hadir agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan. Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“Saya mengimbau dan menekankan kepada seluruh masyarakat Kotim, khususnya masyarakat Kecamatan Mentaya Hulu dan sekitarnya, untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepada aparat desa, camat, atau pihak berwenang apabila menemukan titik api,” ujarnya.
Menurut Halikinnor, pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan petugas, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.
Hal ini penting mengingat aktivitas warga meningkat selama pelaksanaan MTQ dan FSQ, dengan kedatangan kafilah, pendamping, panitia, serta masyarakat dari berbagai wilayah.
Selain mewaspadai kebakaran, ia meminta masyarakat menjaga kesehatan di tengah kondisi kekeringan dan potensi kabut asap.
Warga diimbau mencukupi kebutuhan air minum serta menggunakan masker apabila kualitas udara mulai terganggu.
“Saya mengimbau agar senantiasa menjaga kesehatan, mencukupi kebutuhan air minum, menggunakan masker apabila kabut asap mengganggu, serta menjaga kebersihan dan keamanan lokasi kegiatan dari risiko kebakaran,” katanya.
Halikinnor juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Menurutnya, menjaga alam merupakan amanah yang sejalan dengan ajaran agama.
“Marilah kita perbanyak doa, semoga Allah SWT segera menurunkan hujan dan membawa keberkahan serta melindungi kita semua dari segala macam bencana,” pungkasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko