SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Rencana menyambungkan jaringan air bersih hingga wilayah selatan Kotawaringin Timur (Kotim) belum langsung masuk tahap pembangunan fisik.
Pemerintah daerah terlebih dahulu menyiapkan studi kelayakan dan perencanaan teknis untuk memastikan jaringan tersebut dapat dibangun sesuai kebutuhan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (DCKTRP) Kotim Rifarna Montazriani mengatakan, tahapan awal yang akan dilakukan adalah Feasibility Study (FS). Kajian tersebut diperlukan untuk melihat kelayakan rencana dari berbagai aspek.
Baca Juga: 20 Guru di Kotim Resmi Ditugaskan Jadi Kepala Sekolah, Ini Pesan Bupati
“Dinas Cipta Karya sesuai instruksi Pak Bupati nanti akan melakukan FS dulu, terkait apakah memang itu layak berdasarkan teknis maupun dari sisi ekonomi dan bisnisnya,” kata Rifarna.
Menurutnya, kajian tersebut penting karena jaringan air bersih nantinya berkaitan dengan operasional Perumdam. Karena itu, perencanaannya tidak hanya mempertimbangkan aspek pembangunan fisik, tetapi juga keberlanjutan operasionalnya.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kalteng Naik, DPRD Soroti Kesejahteraan Masyarakat
Setelah FS selesai, pemerintah akan melanjutkan ke penyusunan Detail Engineering Design (DED). Melalui tahapan ini, kebutuhan teknis hingga perkiraan biaya pembangunan jaringan dapat diketahui secara lebih rinci.
“Sesuai instruksi Bupati Kotim Halikinnor, pemerintah daerah kemungkinan mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan FS dan DED pada 2027,” tandasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor