Berpulangnya Ruslan Abdul Gani, Wariskan Pemikiran Kritis dalam Karya Tulis
Agus Jaka Purnama • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 10:29 WIB
Salah satu kliping karya tulis Ruslan Abdul Gani, yang pernah terbit di Koran Radar Sampit.(dok.pribadi)
SAMPIT- Berpulangnya salah satu tokoh pers Kotim dan Kalteng, H Ruslan Abdul Gani meninggalkan sebuah warisan penting, yang layak diteladani bagi generasi insan pers di masa sekarang. Khususnya di kalangan anggota PWI Kotim, sosok wartawan kelahiran Banjarmasin 2 September 1965 itu telah banyak memberikan pesan-pesan moral,motivasi bagi generasi di bawahnya. Salah satunya agar senantiasa menjaga pemikiran dan jiwa kritis terhadap kondisi kehidupan sosial di masyarakat. Pemimpin Redaksi Radar Sampit, Agus Jaka P mengungkapkan, sosok Ruslan Abdul Gani sudah dikenalnya sejak lama, sekitar tahun 2008. "Beliau sering mendiskusikan pemikiran kritisnya. Terutama tentang penegakan hukum,situasi politik, pelayanan publik, sampai soal pemberantasan narkoba hingga soal kehidupan sosial masyarakat Kotim. Banyak juga yang dituangkan dalam tulisan, sebagai ungkapan kegelisahan beliau dengan kondisi sosial masyarakat,"ujarnya.Diungkapkannya pula, sebagai salah satu wartawan yang sudah sepuh secara usia, namun semangat berkarya dalam diri Ruslan Abdul Gani tetap menyala seperti berjiwa muda."Saya merasa beliau selalu ingin berkarya, berkontribusi dengan pemikirannya, sampai wartawan yang lebih muda usianya pun kalah semangatnya dengan beliau,"papar Agus.Bukan itu saja, di sejumlah forum diskusi pun, sosok Ruslan Abdul Gani cukup dikenal di Kotim, karena vokal dalam menyuarakan pemikiran-pemikirannya. Wakil Ketua PWI Kotim ini pun berharap, dengan berpulangnya Ruslan Abdul Gani sebagai salah satu tokoh pers Kotim itu, semangat dan pemikiran kritisnya bisa diwarisi para wartawan-wartawan muda, khususnya di Kotim, dalam menjalankan salah satu fungsi kontrol sosial. (redaksi)