Jembatan Patah Kapten Mulyono Bakal Dibangun Permanen Tahun Depan

M. Akbar • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 15:57 WIB
Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, Kabupaten Kotim.  (Akbar/Radar Sampit)
Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, Kabupaten Kotim. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), bakal dibangun secara permanen tahun depan.

Pemerintah Kabupaten Kotim saat ini menyiapkan perencanaan pembangunan setelah tahapan Feasibility Study (FS) rampung.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama mengatakan, penyusunan Detail Engineering Design (DED) sedang dilakukan sebagai tahapan lanjutan sebelum pembangunan.

“Rencananya begitu. Kemarin FS sudah kita laksanakan, kemudian sekarang sedang proses perencanaan DED,” kata Mentana, Senin (28/9).

Menurutnya, besaran anggaran pembangunan belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil penyusunan DED. Namun, estimasi sementara kebutuhan anggaran berada pada kisaran Rp7 miliar hingga Rp8 miliar.

“Kalau nilainya, saya belum bisa memastikan. Kurang lebih Rp7 sampai Rp8 miliar. Itu masih estimasi sementara karena kita masih menunggu detail engineering-nya,” ujarnya.

Jembatan Patah atau Jembatan Sei Mentawa 1 selama ini kerap menjadi perhatian masyarakat karena beberapa kali mengalami kerusakan, terutama pada bagian lantai yang menggunakan kayu ulin dan dilapisi pelat besi.

Kerusakan salah satunya dipicu kendaraan berat yang melintas meskipun terdapat rambu larangan kendaraan dengan muatan lebih dari delapan ton.

Mentana menjelaskan, pembangunan permanen nantinya akan disesuaikan dengan standar jalan kabupaten. Kapasitas jembatan mengikuti ketentuan muatan sumbu terberat (MST) jalan kabupaten sebesar delapan ton.

“Untuk jalan kabupaten itu delapan ton standarnya. Jadi kita mengikuti jalan kabupaten. MST jalan kabupaten memang delapan ton, begitu pula jembatannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahapan FS telah selesai dan saat ini proses penyusunan DED masih berlangsung. Dokumen tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan teknis sekaligus memperhitungkan biaya pembangunan secara lebih rinci.

“FS-nya sudah, sekarang proses DED. Lagi proses pelaksanaan DED,” pungkas Mentana.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
kapten mulyono Permanen sampit kotim jembatan patah