SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengunjungi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Jumat (25/9/2026) tadi, untuk memantau perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Halikinnor menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemantauan hotspot, pemadaman, pendinginan hingga penanganan pascakebakaran. Menurutnya, pendinginan tetap harus dilakukan meski api sudah terlihat padam karena masih terdapat bara di dalam lahan.
Baca Juga: APBD Kalteng 2027 Defisit Rp350 Miliar, Struktur Keuangan Diminta Diperkuat
“Pendinginan ini penting karena ada titik yang secara kasatmata tidak terlihat asap, tetapi di dalamnya masih menyimpan panas dan sewaktu-waktu bisa kembali mengeluarkan asap,” ujarnya.
Keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi juga menjadi perhatian. Pemkab Kotim mendorong penyediaan sumur bor, terutama di lahan kosong kawasan perkotaan yang rawan terbakar, sehingga petugas lebih cepat melakukan pemadaman.
Baca Juga: Teras Narang: Jangan Jadikan Masyarakat Adat Kambing Hitam Karhutla di Kalteng
Halikinnor juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan dan segera melapor apabila menemukan kebakaran yang tidak mampu ditangani.
Terkait kualitas udara, kebijakan aktivitas sekolah akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik.
“Penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan TNI, Polri, perangkat daerah, relawan, dan masyarakat agar titik api dapat segera ditangani serta kebakaran baru dapat dicegah,” tegasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor