Pipa Air Bersih ke Ujung Pandaran Butuh Dana Besar, Pemkab Kotim Masih Tunggu Hasil Studi

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 21:28 WIB

 

WISATA ANDALAN: Pesona Pantai Ujung Pandaran, Teluk Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) masih menjadi tempat wisata favorit warga untuk berlibur bersama keluarga.
ILUSTRASI: Pesona Pantai Ujung Pandaran, Teluk Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) masih menjadi tempat wisata favorit warga untuk berlibur bersama keluarga.

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kebutuhan anggaran untuk menyambungkan jaringan air bersih dari Parebok hingga Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, belum dapat dipastikan.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menunggu hasil studi kelayakan (Feasibility Study/FS) dan Detail Engineering Design (DED) sebelum menetapkan kebutuhan anggaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (DCKTRP) Kotim Rifarna Montazriani mengatakan, pihaknya belum dapat menghitung kebutuhan biaya secara rinci karena tahapan perencanaan tersebut belum dilakukan.

Baca Juga: Gigihnya Perjuangan Warga Desa Ganepo ketika Rela Tidur di Hutan Demi Menjaga Rumah dari Bara Api

“Kalau untuk dari sisi biaya, mungkin kami secara rincinya belum bisa menjawab sekarang karena belum dilakukan studi kelayakan maupun FS,” kata Rifarna.

Sebagai gambaran, Rifarna membandingkan rencana tersebut dengan pembangunan jaringan distribusi air di Desa Jaya Karet. Jaringan sepanjang sekitar dua kilometer di wilayah tersebut menelan anggaran sekitar Rp1,2 miliar.

“Jaya Karet itu kan sekitar dua kilometer. Dua kilometer itu anggarannya sekitar Rp1,2 miliar. Itu hanya jaringan distribusi bagi,” ujarnya.

Baca Juga: Kekeringan Bikin Warga Mentaya Hulu Khawatir, Air Mentah Mulai Diragukan untuk Masak

Menurutnya, jaringan menuju Ujung Pandaran memiliki karakter berbeda karena merupakan Jaringan Distribusi Utama (JDU). Pipa yang digunakan berukuran lebih besar sehingga kebutuhan anggarannya diperkirakan lebih tinggi dibandingkan jaringan distribusi biasa.

“Detailnya nanti mungkin lebih tahu setelah DED-nya disusun,” katanya.

Rencana pembangunan jaringan tersebut merupakan bagian dari instruksi Bupati Kotim Halikinnor untuk menyiapkan jaringan air bersih hingga wilayah selatan.

Baca Juga: Petugas Karhutla Berguguran, Irawati Ingatkan Jangan Paksa Diri Saat Kondisi Menurun

Jaringan dari instalasi pengolahan air di Sampit diharapkan menjadi alternatif pasokan apabila sumber air baku di Sei Lepeh atau Samuda kembali terganggu akibat intrusi air laut. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
selatan kotim jaringan air pipa pdam air bersih Ujung Pandaran