Pemkab Kotim Ingin Perluas Jaringan Air Bersih ke Selatan, Namun Terbentur Keterbatasan Anggaran

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 21:47 WIB
AIR BERSIH: Plt Kepala DCKTRP Kotim Rifarna Montazriani mendampingi Bupati Kotim Halikinnor ketika mendistribusikan air bersih ke wilayah Selatan, baru-baru tadi. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
AIR BERSIH: Plt Kepala DCKTRP Kotim Rifarna Montazriani mendampingi Bupati Kotim Halikinnor ketika mendistribusikan air bersih ke wilayah Selatan, baru-baru tadi. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Keterbatasan anggaran menjadi kendala Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam memperluas jaringan air bersih hingga wilayah selatan, termasuk Ujung Pandaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (DCKTRP) Kotim Rifarna Montazriani mengatakan, keterbatasan fiskal menjadi persoalan utama pembangunan jaringan tersebut.

“Sebenarnya permasalahannya hanya klasik, kita keterbatasan anggaran,” kata Rifarna.

Baca Juga: Pemkab Kotim Soroti Guru ASN Tak Mengajar Meski Sudah Terima SK, Sanksi Bisa Berujung Pemberhentian

Menurutnya, kondisi fiskal daerah semakin terbatas akibat berkurangnya transfer dari pemerintah pusat dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah pun harus menyesuaikan kemampuan anggaran dengan kebutuhan pembangunan.

Meski demikian, rencana perluasan jaringan air bersih ke wilayah selatan tetap dilanjutkan. Sesuai instruksi Bupati Kotim Halikinnor, pemerintah akan mengupayakan anggaran untuk studi kelayakan (Feasibility Study/FS) dan penyusunan Detail Engineering Design (DED) pada 2027.

Baca Juga: Dua Laga Big Match Raksasa Eropa Awali UEFA Nations League 2026/2027

“Sesuai instruksi Pak Bupati tadi, mungkin kita upayakan alokasi itu bisa terealisasi di tahun 2027,” ujarnya.

Perluasan jaringan tersebut disiapkan sebagai solusi jangka panjang persoalan air bersih di wilayah selatan, terutama jika sumber air baku di Sei Lepeh atau Samuda kembali terdampak intrusi air laut. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
krisis air air bersih kemarau kotim wilayah selatan