Persiapan Capai 95 Persen, MTQ ke-57 Kotim Digelar 3 Oktober

M. Akbar • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 19:41 WIB
Bupati Kotim Halikinnor saat audiensi dengan panitia MTQ terkait kepastian pelaksanaan MTQ ke-57 di Kecamatan Mentaya Hulu, Jumat (18/9).  (Akbar/Radar Sampit)
Bupati Kotim Halikinnor saat audiensi dengan panitia MTQ terkait kepastian pelaksanaan MTQ ke-57 di Kecamatan Mentaya Hulu, Jumat (18/9). (Akbar/Radar Sampit)
 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah mencapai sekitar 95 persen.

Dengan kesiapan tersebut, kegiatan yang dipusatkan di Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, dipastikan digelar pada 3–6 Oktober 2026.

Kepastian pelaksanaan tersebut disampaikan setelah panitia MTQ ke-57 tingkat Kabupaten Kotim melakukan audiensi dengan Bupati Kotim Halikinnor di Rumah Jabatan Bupati, Jumat (18/9). Sebelumnya, pelaksanaan MTQ sempat ditunda dari jadwal awal karena kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan keputusan menetapkan 3 Oktober sebagai tanggal pelaksanaan dilakukan setelah pihaknya meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) bersama panitia di Kecamatan Mentaya Hulu mengevaluasi kesiapan pelaksanaan.

“Kemarin itu memang kita rencanakan awal September. Tapi berhubung karhutla, maka ditunda. Tadi saya minta LPTQ rapat dengan panitia di kecamatan bagaimana kesiapan mereka. Ternyata saat ini sudah 95 persen siap, sehingga disepakati nanti tanggal 3 Oktober pelaksanaannya,” kata Halikinnor.

Menurutnya, kesiapan tersebut mencakup pemondokan, arena dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Kondisi di Kecamatan Mentaya Hulu juga menjadi pertimbangan karena wilayah tersebut dinilai relatif aman dari kabut asap.

Halikinnor mengatakan pelaksanaan tidak dapat terus ditunda hanya dengan menunggu kondisi karhutla dan kabut asap sepenuhnya berakhir. Sebab, belum dapat dipastikan kapan kondisi tersebut akan benar-benar berakhir.

“Kalau kita menunggu asap tidak ada dan karhutla selesai, kita enggak tahu apakah ini panjang atau mungkin segera berakhir. Karena itu kita berani menentukan pelaksanaannya, pertama kesiapan panitia, pemondokan, segala macam itu sudah siap,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi di Mentaya Hulu saat ini relatif aman dan bersih dari kabut asap. Karena itu, kafilah yang mengikuti MTQ diharapkan tidak terdampak kondisi asap seperti yang terjadi di wilayah ibu kota kabupaten.

Sementara itu, Ketua Umum MTQ ke-57 tingkat Kabupaten Kotim, Edison, mengatakan persiapan kegiatan juga telah mencapai sekitar 95 persen. Panitia saat ini tinggal menyelesaikan sejumlah persiapan akhir sebelum pelaksanaan.

“Untuk MTQ tingkat kabupaten yang ke-57 sudah ditetapkan. Pelaksanaannya akan digelar tanggal 3 Oktober sampai dengan 6 Oktober. Untuk persiapan, insyaallah kami sudah siap. Artinya sudah 95 persen,” kata Edison.

Menurutnya, pemondokan bagi kafilah dan arena perlombaan telah disiapkan. Panitia juga mempertimbangkan berbagai aspek karena pelaksanaan MTQ sebelumnya sudah mengalami penundaan.

“Kalau kita tunda lagi, kasihan orang-orang yang sudah bekerja keras mempersiapkannya. Belum lagi pertanggungjawaban kita dengan penyedia yang sudah melalui LPSE,” ujarnya.

Edison menyebut kondisi karhutla di Mentaya Hulu juga relatif terkendali. Berdasarkan pemantauan, titik panas di wilayah tersebut relatif sedikit, sekitar satu hingga dua titik dalam sehari, bahkan pada waktu tertentu tidak terdapat titik panas.

“Atas dasar itulah kami minta MTQ ini dilaksanakan. Jadi, kalau untuk pelaksanaannya nanti, Kami minta Pak Bupati yang membukanya dan Ibu Wakil Bupati yang menutupnya,” pungkasnya.   (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
3 Oktober MTQ Kotim