SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), termasuk bagian utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Peringatan dini cuaca tersebut berlaku 16–18 September 2026. Untuk Rabu (16/9/2026), wilayah Kotim bagian utara masuk dalam daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
Selain Kotim, potensi cuaca tersebut juga mencakup Lamandau, Kotawaringin Barat bagian utara, Seruyan bagian utara, Katingan bagian utara, Gunung Mas bagian utara, Murung Raya, Barito Utara bagian utara, dan Kapuas bagian utara.
BMKG menjelaskan, kondisi atmosfer di wilayah Kalteng saat ini mendukung pertumbuhan awan hujan. Belokan angin dan konvergensi terjadi di wilayah Kalteng bagian utara.
Kondisi kelembapan udara yang relatif basah serta labilitas atmosfer turut memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng bagian tengah hingga utara.
Potensi hujan masih berlanjut pada Kamis (17/9), terutama di Gunung Mas bagian utara, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan bagian utara, dan Kapuas bagian utara. Sementara pada Jumat (18/9), BMKG tidak mencantumkan wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak seperti pohon tumbang maupun gangguan lainnya.
Di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masyarakat juga diminta tetap berhati-hati terhadap potensi kebakaran. Warga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan.
BMKG juga mengingatkan potensi penurunan kualitas udara. Masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat keluar rumah, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.(oes/sla)
Editor : Slamet Harmoko