Terkepung Api, Anak Monyet Ditemukan Lemas hingga Diberi Oksigen

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 17:39 WIB
RESCUE: Anak monyet yang diselamatkan setelah terjebak di lahan terbakar.
RESCUE: Anak monyet yang diselamatkan setelah terjebak di lahan terbakar.

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kepungan api nyaris membuat seekor anak monyet ekor panjang kehilangan kesempatan menyelamatkan diri.

Satwa yang ditemukan di kawasan lingkar luar Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), itu terjebak di areal yang baru saja terbakar dan ditemukan dalam kondisi lemas.

Saat dievakuasi, anak monyet dengan nama ilmiah Macaca fascicularis tersebut berada di antara abu dan vegetasi yang hangus. Sisa asap juga masih menyelimuti kawasan lokasi kebakaran.

Informasi mengenai keberadaan satwa itu kemudian disampaikan warga kepada relawan dan aktivis pecinta satwa.

Harie, salah seorang aktivis pecinta satwa di Sampit, mengatakan penemuan terjadi di sekitar kebun warga di kawasan lingkar luar.

“Itu kejadiannya di daerah lingkar luar, dekat kebun warga. Jadi warga itu lapor, ada anak monyet terkepung api, kebakaran,” kata Harie.

Diduga Terpisah dari Induk

Setelah menerima laporan, tim langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi anak monyet tersebut. Kondisinya saat ditemukan cukup lemah dan diduga mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap kebakaran.

Harie menduga satwa tersebut terpisah dari induknya saat kebakaran terjadi. Kepungan api yang menyebar diduga membuat anak monyet kehilangan kontak dengan induk maupun kelompoknya.

“Anak monyet ini kemungkinan terpisah dari induknya karena kebakaran. Jadi kami langsung ke sana, langsung evakuasi,” ujarnya.

Tim kemudian berkoordinasi dengan klinik hewan untuk mendapatkan penanganan. Anak monyet tersebut diberikan bantuan oksigen karena kondisinya diduga mengalami gangguan pernapasan setelah terpapar asap.

Kondisi Berangsur Membaik

Setelah mendapat penanganan, kondisi anak monyet tersebut perlahan membaik. Tim memastikan kondisinya cukup aman sebelum melepasliarkannya kembali.

Satwa tersebut akhirnya dilepasliarkan ke lokasi yang dinilai lebih aman dan tidak lagi berada dalam ancaman kebakaran.

Harie mengatakan kejadian tersebut menjadi gambaran bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan.

Satwa liar yang berada di sekitar kawasan vegetasi dan kebun warga juga menghadapi risiko kehilangan habitat, sumber makanan, serta tempat berlindung.

Keberadaan satwa yang terjebak di tengah kebakaran, menurutnya, juga menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat ketika menemukan satwa liar yang terdampak karhutla.

“Kejadian seperti ini menunjukkan bahwa kebakaran bukan hanya mengancam manusia. Satwa yang ada di sekitar kawasan terbakar juga ikut menjadi korban,” pungkasnya. (yn/sla)

Editor : Slamet Harmoko
monyet sampit kotim kalteng karhutla