Dua Tahun Mengabdi, AKBP Resky Tinggalkan Jejak Prestasi dan Kenangan di Kotim

Fahry Ilhami Samosir • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 21:51 WIB

 

PERPISAHAN : AKBP Resky Maulana Zulkarnain dan keluarga berpamitan dengan jajaran Polres Kotim, Jumat (11/9/2026) sore. FOTO: FAHRY/RADAR SAMPIT
PERPISAHAN : AKBP Resky Maulana Zulkarnain dan keluarga berpamitan dengan jajaran Polres Kotim, Jumat (11/9/2026) sore. FOTO: FAHRY/RADAR SAMPIT

 

Radarsampit.jawapos.com - AKBP Resky Maulana Zulkarnain, perwira Polri murah senyum ini pamit meninggalkan segudang prestasi dan kenangan manis bagi warga Sampit, Kotawaringin Timur

Ada perpisahan yang dirayakan dengan riuh tepuk tangan, tetapi ada pula yang diiringi oleh keheningan yang menyayat hati. 

Sore itu, Jumat (11/9/2026), langit di atas Mapolres Kotawaringin Timur (Kotim) seolah ikut menyaksikan keharuan yang membuncah.

Baca Juga: Tergiur Upah Rp500 Ribu, Dua Karyawan PT TSP Nekat Sembunyikan 40 Janjang Sawit Perusahaan

Langkah kaki AKBP Resky Maulana Zulkarnain terasa berat, menggantung di antara jejak pengabdian yang telah ia ukir dan pintu masa depan yang baru.

Tidak banyak kata yang mampu terucap dari bibir perwira menengah tersebut. Saat melangkahkan kaki di sepanjang koridor Farewell Parade (parade pelepasan/perpisahan), tangannya berulang kali menyeka air mata yang jatuh tanpa mampu ia bendung.

Setiap genggaman tangan dari para anggotanya terasa begitu erat, seakan enggan melepaskan sosok pimpinan yang selama dua tahun terakhir bukan sekadar menjadi komandan, melainkan juga bagian dari keluarga.

Baca Juga: Fantastis! Kejagung Sita Rp1,003 Triliun dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Kawasan Hutan

Merajut Ketenangan di Tengah Warga

Kisah Resky di Kotim dimulai pada Juli 2024. Putra asli Kalimantan Tengah ini datang membawa senyum ramah dan komitmen kuat untuk menjaga tanah kelahirannya.

Kehadirannya langsung diuji ketika teror mistis "ketuk rumah" melanda Kota Sampit, membuat warga didera rasa cemas setiap kali malam menetas. Tangkapan kamera CCTV tak pernah berhasil merekam sosok pelakunya, membuat suasana makin mencekam.

Resky tak tinggal diam di belakang meja. Pria murah senyum ini memilih turun langsung ke lapangan. Ia menyusuri gang-gang sempit pemukiman warga di tengah gulita malam, menyapa masyarakat, dan memberikan rasa aman secara nyata. Langkah konkret itu perlahan memadamkan ketakutan; teror pun sirna, ketenangan warga kembali pulih.

Bagi Resky, menjaga keamanan bukan hanya soal angka statistik, melainkan tentang menghadirkan rasa tenang di tiap jengkal rumah warga—mulai dari menangani aksi begal yang meresahkan hingga menumpas pencurian kecil di warung-warung sembako.

Baca Juga: Parkir di Teras Rumah Saat Beristirahat, Motor Warga Baamang Sampit Digondol Maling

Deret Ukir Prestasi

Selama dua tahun masa kepemimpinannya, kepemimpinan Resky mencatatkan deretan tinta emas, seperti ketertiban lalu lintas, memulai dari tugas lewat Operasi Patuh Telabang 2024 dengan menindak 786 pelanggar sekaligus mendidik kesadaran berkendara.

Kemudian, efektivitas hukum, pada triwulan pertama 2025, jajarannya menuntaskan 70 persen dari 113 kasus kejahatan, sebuah angka efektivitas yang terus merangkak naik pada periode-periode berikutnya.

Selanjutnya, perang melawan narkoba, komitmen tanpa kompromi, dibuktikan dengan konsistensi penyitaan lebih dari 2 kilogram narkoba setiap tahunnya.

Terakhir, pengakuan tingkat nasional, yakni Kotim diganjar penghargaan Kategori Pelayanan Prima dalam Musrenbang Polri 2025, disusul raihan nilai sempurna dalam transparansi dan pelaksanaan anggaran dari DJPb Kemenkeu pada 2026.

Baca Juga: Hadapi Musim Kemarau, Petani Seruyan Diperkuat 34 Mesin Pompa untuk Menjaga Pengairan Lahan

Pamit dengan Senyum dan Ketulusan

Kini, roda organisasi Polri kembali berputar. Tongkat estafet kepemimpinan Polres Kotim resmi diserahkan kepada AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra. Sementara Resky siap mengemban amanah baru sebagai Kabagdalpres Ro SDM Polda Kalteng.

Di akhir perpisahannya, dengan mata yang masih basah, Resky menyampaikan pesan terkece yang terpatri di hati warga dan jajarannya.

"Terima kasih semuanya. Prestasi yang diraih selama ini merupakan kinerja kita semua, tidak terlepas dari masyarakat Kotim itu sendiri. Tegur dan sapa apabila ketemu saya di tempat lain, silaturahmi harus tetap terjaga," tuturnya bergetar.

Resky mungkin telah melangkah pergi meninggalkan Mapolres Kotim. Namun, jejak kebaikan, deretan prestasi, dan ketulusannya akan tetap hidup dalam ingatan masyarakat Kotawaringin Timur. (sir/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
mantan kapolres kapolres kotim berganti sertijab Pisah Sambut