SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemberitaan terkait keluhan relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disebut sempat kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) dibantah langsung oleh pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Telawang, Kotim.
Hamsani selaku pengawas SPBU di Kecamatan Telawang menegaskan, kondisi di lapangan tidak seperti yang diberitakan.
Ia menyebut pihak SPBU selama ini justru aktif menjaga komunikasi dengan para relawan maupun jajaran Polsek Telawang, terutama ketika terjadi karhutla dan membutuhkan dukungan BBM untuk operasional pemadaman.
"Berita yang beredar di luar sana tidak seperti yang diberitakan. Kami pihak SPBU Telawang selalu menjaga komunikasi dan mengutamakan keperluan pemadaman api," tegas Hamsani.
Menurutnya, kebutuhan BBM untuk kepentingan pemadaman karhutla menjadi salah satu hal yang diprioritaskan. Baik relawan pemadam maupun personel Polsek Telawang yang membutuhkan BBM untuk mendukung proses pemadaman, disebut selalu mendapat pelayanan.
"Mereka selalu kami utamakan. Keperluan mereka selalu kami sediakan," ujarnya.
Hamsani menjelaskan, jenis BBM yang disediakan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Pertalite digunakan untuk mengoperasikan mesin genset atau peralatan pendukung pemadaman, sedangkan Dexlite diperuntukkan bagi kendaraan operasional pemadam.
"Pertalite untuk mesin genset dan Dexlite untuk minyak jalan mobil pemadam," jelasnya.
Ia menegaskan, pihak SPBU tidak ingin terjadi kesalahpahaman terkait pelayanan BBM bagi petugas maupun relawan yang tengah berjibaku menangani karhutla.
Menurut Hamsani, komunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla terus dijaga agar kebutuhan operasional, khususnya BBM, dapat terpenuhi ketika kondisi darurat terjadi.
Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai penegasan bahwa SPBU Telawang tidak mengabaikan kebutuhan relawan maupun aparat yang turun langsung melakukan pemadaman karhutla.
"Sebaliknya, kami dari SPBU selalu menyatakan dukungan terhadap upaya pemadaman. Karena itu sudah menjadi bagian yang terus diupayakan ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi," pungkasnya. (sir)
Editor : Slamet Harmoko