Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Kotim Bangun 12 Embung Darurat

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 22:07 WIB

 

EMBUNG: Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan, Drainase dan Pertamanan Dinas SDABMBKPRKP Kotim Suhardiyono memantau pengerjaan embung mendukung penanganan Karhutla, baru-baru tadi. FOTO: IST/RADAR SAMPIT
EMBUNG: Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan, Drainase dan Pertamanan Dinas SDABMBKPRKP Kotim Suhardiyono memantau pengerjaan embung mendukung penanganan Karhutla, baru-baru tadi. FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) secara bertahap mengerjakan embung darurat untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) menyiapkan 12 titik strategis untuk penggalian embung dan saluran air.

Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim Mentana Dhinar Tistama melalui Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan, Drainase dan Pertamanan Suhardiyono mengatakan, sejumlah lokasi tersebut berada di kawasan yang membutuhkan tambahan sumber air. Pengerjaan dilakukan menyesuaikan kondisi lapangan sehingga tidak seluruh titik dapat dikerjakan secara bersamaan.

Baca Juga: Dewan Dukung Anggaran Penanganan Karhutla di Palangka Raya Ditambah

“Lokasi yang direncanakan dikerjakan bertahap, yakni Jalan Tjilik Riwut kilometer 9 dan kilometer 10, Jalan Jaksa Agung sisi kiri dan kanan, serta beberapa titik di Jalan Lingkar Utara,” kata Suhardiyono.

Pengerjaan juga direncanakan di Jalan Lingkar Utara kawasan Pesantren Al Marhamah, tikungan tajam setelah gardu induk, ujung Jalan Bumi Raya, serta di sekitar muara Jalan Bumi Raya.

Sementara itu, dua titik lainnya berada di Jalan Lingkar Selatan, masing-masing dekat Perumahan Bundaran Balanga dan Kantor Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Satu titik tambahan berada di Jalan Bawi Jahawen.

Baca Juga: Soal Pemerataan Akses Air Bersih di Palangka Raya Perlu Diperhatikan

Di Jalan Bawi Jahawen, pengerukan parit untuk embung darurat di simpang Jalan Pelita Barat telah dilakukan sepanjang sekitar delapan meter. Namun, pekerjaan belum dapat dilanjutkan karena saluran kembali tertutup lumpur.

“Pengerukan parit untuk embung darurat di Jalan Bawi Jahawen simpang Jalan Pelita Barat sudah dikerjakan sepanjang delapan meter, namun saluran airnya tidak bisa dilanjutkan karena lumpurnya kembali lagi,” bebernya.

Selain membangun embung dan saluran air, alat berat juga dikerahkan ke Jalan Tjilik Riwut kilometer 8. Pekerjaan di kawasan tersebut diarahkan untuk membantu pengerukan sekaligus membuat penyekatan guna menghambat pergerakan api agar tidak semakin meluas.

Baca Juga: Implementasi Penegakan Perda di Palangka Raya Perlu Dimaksimalkan

Langkah tersebut dilakukan di tengah terbatasnya sumber air akibat kemarau panjang. Kondisi ini menyebabkan sejumlah parit dan embung di wilayah Kotim mulai mengering sehingga menyulitkan upaya pemadaman Karhutla. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
alat berat kemarau karhutla embung pengerukan