Satu Orang Bakar Lahan, Semua Kena Dampaknya: Bupati Kotim Minta Warga Waspada

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 20:52 WIB

 

POSKO KARHUTLA: Bupati Kotim Halikinnor mendampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran beserta unsur Forkopimda Provinsi Kalteng saat meninjau posko Karhutla di kantor BPBD Kotim, baru-baru tadi. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
POSKO KARHUTLA: Bupati Kotim Halikinnor mendampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran beserta unsur Forkopimda Provinsi Kalteng saat meninjau posko Karhutla di kantor BPBD Kotim, baru-baru tadi. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tak bisa hanya mengandalkan petugas.

Di tengah kondisi lahan yang kering dan ancaman titik api yang meningkat, peran masyarakat menjadi kunci untuk mencegah api meluas.

Bupati Kotim Halikinnor mengajak seluruh masyarakat ikut aktif menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melapor jika menemukan aktivitas pembakaran.

“Kalau melihat ada tetangga kita yang sengaja membakar, tolong diinformasikan segera. Karena akibat satu orang membakar, dampaknya kepada kita semua,” ujar Halikinnor.

Baca Juga: CASN 2026 Belum Jelas, Kotim Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Menurutnya, pengawasan dari masyarakat sangat penting. Sebab, petugas tidak mungkin mengawasi seluruh wilayah Kotim secara bersamaan. Laporan cepat dari warga dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api membesar dan menjalar ke area lainnya.

Terlebih, kondisi cuaca yang kering membuat lahan lebih mudah terbakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar apabila tidak segera ditangani.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kotim menyampaikan bahwa sejak pertengahan Agustus, jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Kotim mulai mengalami peningkatan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memicu terjadinya Karhutla yang lebih luas.

Baca Juga: Kejari Kobar Ungkap Capaian Kinerja Januari-Agustus 2026, Tangani 227 Perkara Pidum

Dampak Karhutla juga tidak hanya mengancam lingkungan. Asap yang ditimbulkan dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Bahkan, kualitas udara di Kotim sempat berada pada kategori berbahaya sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan.

Halikinnor kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Ia berharap kesadaran bersama dapat mencegah munculnya titik api baru.

“Jangan sampai karena ulah satu orang, masyarakat yang lain ikut merasakan dampaknya,” tegasnya. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
bakar lahan kemarau kotim kabut asap karhutla