ASN Kecamatan Pulau Hanaut Meninggal Dunia, Bukan karena Kelelahan Padamkan Karhutla

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:21 WIB
ASN Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Farid Fathur Rahman
ASN Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Farid Fathur Rahman

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kabar meninggalnya ASN Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Farid Fathur Rahman, sempat dikaitkan dengan aktivitas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Namun, pihak kecamatan memastikan almarhum meninggal dunia akibat serangan jantung , bukan karena a kelelahan mengikuti pemadaman karhutla.

Farid Fathur Rahman yang lahir pada 1980 dan berusia 46 tahun tersebut menjabat sebagai Kasubbag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Pulau Hanaut.

Ia meninggal dunia secara mendadak pada Jumat (28/8) sekitar pukul 15.30 WIB di kediamannya di Jalan Nyai Enat, Sampit.

Camat Pulau Hanaut Fahrujiansyah mengatakan, almarhum meninggal akibat serangan jantung. Farid tidak sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit karena serangan jantung yng mendadak.

“Almarhum meninggal karena serangan jantung. Tidak sempat dirawat karena kejadiannya mendadak. Pagi harinya masih sehat, menurut istrinya,” ujar Fahrujiansyah, Sabtu (29/8).

Ia menjelaskan, almarhum memang sempat terlibat dalam kegiatan yang berkaitan denhgan penanganan karhutla di wilayah Kecamatan Pulau Hanaut.

Namun, keterlibatan tersebut bukan sebagai petugas yang melakukan pemadaman secara langsung.

Almarhum Farid lebih banyak membantu kegiatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla.

Selain itu, almarhum juga sempat melakukan sosialisasi kepada mitra RMU dan mendatangi Posko RSA Babaung ketika terdapat titik panas di wilayah Pulau Hanaut.

“Saat itu ada satu titik hotspot di Desa Babirah. Untuk kegiatan karhutla, almarhum hanya kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya karhutla, kemudian satu kali ke mitra RMU dan ke Posko RSA Babaung,” jelasnya.

Fahrujiansyah menambahkan, dirinya sebelumnya telah meminta Farid untuk beristirahat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara serius karena mengetahui kondisi jantung almarhum.

Namun, tidak disangka Farid kemudian meninggal dunia secara mendadak.

“Saya sudah suruh istirahat dan berobat secara serius,” katanya.

Kepergian Farid secara mendadak meninggalkan duka bagi jajaran Kecamatan Pulau Hanaut.

Pihak kecamatan juga meluruskan informasi yang beredar agar masyarakat tidak menyimpulkan bahwa almarhum meninggal akibat kelelahan saat membantu pemadaman karhutla.

Berdasarkan keterangan pihak kecamatan, penyebab meninggal dunia adalah serangan jantung.

Fahrujiansyah bersama seluruh jajaran Kecamatan Pulau Hanaut menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Farid Fathur Rahman.

Almarhum dikenal sebagai bagian dari keluarga besar Kecamatan Pulau Hanaut yang selama ini turut menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami dari pihak Kecamatan Pulau Hanaut turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutup Fahrujiansyah. (yn)

Editor : Slamet Harmoko
asn pulau hanaut meninggal