SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Sumber air yang sebelumnya mudah didapat kini perlahan menyusut, bahkan debitnya nyaris mengering.
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Parenggean bergerak cepat.
Polisi tak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi turun langsung membantu warga yang mulai dihantui krisis air bersih.
Kapolsek Parenggean AKP Condro Purnomo Adi mengatakan, musim kemarau membuat debit sejumlah sumber air di wilayahnya terus menurun.
Kondisi itu menjadi perhatian karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa ditunda.
Sebagai bentuk kepedulian, pihaknya menyalurkan tandon air berkapasitas 700 liter air bersih untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Harapannya, bantuan tandon berisi air bersih ini dapat meringankan kesulitan masyarakat selama musim kemarau terjadi," kata Condro.
Menurutnya, bantuan air bersih tersebut rencananya disalurkan langsung ke Pondok Pesantren Al Fajar di wilayah Kecamatan Parenggean.
Air itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para santri di tengah menurunnya ketersediaan air bersih.
Condro menegaskan, Kepolisian akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi kondisi sulit akibat dampak musim kemarau.
Langkah tersebut menjadi penting mengingat kekeringan bukan hanya persoalan berkurangnya air, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Jika kondisi kemarau berkepanjangan, ancaman krisis air bersih berpotensi semakin meluas.
Karena itu, Kepolisian mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan pemborosan selama musim kemarau. (sir)
Editor : Slamet Harmoko