Satgas Karhutla Kotim Tambah Personel, Shift Disesuaikan

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:59 WIB

 

WAWANCARA: Wakil Komandan Harian III Satgas Karhutla Kotim Rihel mendampingi Wabup Kotim Irawati saat diwawancarai terkait penanganan Karhutla di Jalan Tjilik Riwut Km 8 Sampit – Kota Besi, Senin (24/8/2026) malam. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
WAWANCARA: Wakil Komandan Harian III Satgas Karhutla Kotim Rihel mendampingi Wabup Kotim Irawati saat diwawancarai terkait penanganan Karhutla di Jalan Tjilik Riwut Km 8 Sampit – Kota Besi, Senin (24/8/2026) malam. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menambah jumlah personel untuk memperkuat penanganan kebakaran di sejumlah wilayah. Jumlah personel yang sebelumnya 138 orang kini bertambah menjadi 159 orang sejak 10 Agustus 2026.

Wakil Komandan Harian III Satgas Karhutla Kotim Rihel mengatakan, penambahan personel dilakukan untuk memperkuat tim di lapangan, terutama menghadapi kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah titik.

Untuk penanganan pada malam hari, personel yang disiagakan berkisar 15 hingga 20 orang. Mereka dibagi menjadi dua tim untuk menjalankan tugas secara bergantian sesuai kebutuhan di lapangan.

Baca Juga: Diduga Disiksa Pengasuh, Dua Bocah Kakak Beradik Alami Luka Serius

Rihel menjelaskan, pembagian kerja yang sebelumnya direncanakan dalam tiga shift sementara disesuaikan menjadi dua shift. Kebijakan tersebut mempertimbangkan kondisi fisik personel agar tidak mengalami kelelahan setelah bekerja dalam waktu panjang di lokasi kebakaran.

“Untuk sementara ini kita pakai dua shift saja karena pertimbangan kelelahan. Tim malam sebenarnya idealnya enam orang sudah cukup kalau kekuatannya solid dan kompak,” ujarnya.

Baca Juga: 14 Aplikasi Video Call Gratis 2026, Pilihan untuk Kerja hingga Cari Teman Baru

Menurut Rihel, jumlah personel dalam satu titik tidak bisa disamaratakan karena bergantung pada kondisi medan, jarak titik api, hingga panjang selang yang harus digelar.

“Kalau 10 sampai 15 selang hanya diangkat enam orang, waktu menggelar semangat, tapi pas pulang bisa semaput. Jadi jumlah personel di satu titik kita sesuaikan dengan kondisi lapangan,” tukasnya. (yn/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
sampit kotim satgas karhutla kebakaran lahan