Karhutla di Kotim, OPD Dikerahkan Distribusikan Air ke Lokasi Kebakaran

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 11:34 WIB
DISTRIBUSI: Sejumlah OPD di Kotim mendistribusian air untuk membantu penanganan Karhutla, Jumat (21/8/2026). FOTO: DISKOMINFO KOTIM/RADAR SAMPIT
DISTRIBUSI: Sejumlah OPD di Kotim mendistribusian air untuk membantu penanganan Karhutla, Jumat (21/8/2026). FOTO: DISKOMINFO KOTIM/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim mengerahkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turut membantu penanganan di lapangan.

Keterlibatan OPD diwujudkan dengan mengerahkan armada pengangkut air. Kendaraan yang dilengkapi tandon atau tangki air serta mesin pompa digunakan untuk menyuplai kebutuhan air ke lokasi yang masih dilakukan pemadaman maupun pembasahan, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Kemarau dan Karhutla Mengancam, Warga Kalteng Bersimpuh dalam Salat Istisqa

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, seluruh OPD telah diarahkan mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing. Kondisi karhutla saat ini membutuhkan dukungan bersama sehingga penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi.

“Semua OPD harus bergerak. Jangan hanya menjalankan tugas rutin, tetapi ketika ada kondisi seperti ini kita harus bersama-sama membantu masyarakat,” ujar Halikinnor.

Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam proses pemadaman, terutama saat petugas menghadapi kebakaran di lokasi yang cukup luas. Dukungan armada dan suplai air dari OPD diharapkan dapat memperkuat upaya petugas di lapangan.

Baca Juga: Prabowo Kerahkan 1.500 Prajurit dan 17 Helikopter ke Kalteng

Selain pemerintah daerah, penanganan karhutla juga membutuhkan peran aparat, relawan, dan masyarakat. Halikinnor mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terlebih kondisi cuaca masih panas dan kering.

“Kami juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api. Dengan gerak cepat dan sinergi lintas sektor, kebakaran diharapkan dapat segera dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” pungkasnya. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering kemarau kotim kabut asap karhutla