Warga Ingin DPRD Kotim segera Panggil Pihak Pertamina, Bahas Antrean Pengisian BBM di SPBU

Rado. • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:02 WIB
Aktivitas pengisian BBM di SPBU (ilustrasi/dok.)
Aktivitas pengisian BBM di SPBU (ilustrasi/dok.)

 SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Persoalan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU  semakin menjadi sorotan. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengular panjang. Warga bahkan harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM.

"Kalau memang DPRD mau memanggil Pertamina, jangan menunggu terlalu lama. Ini persoalan penting dan mendesak yang harus segera dibereskan," kata seorang warga Sampit,bernama Kardi.

Menurutnya, kelangkaan dan antrean panjang BBM mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Warga yang menggunakan kendaraan untuk bekerja harus mengatur ulang waktu karena tidak bisa memperkirakan berapa lama mereka harus mengantre di SPBU.

"Kita setiap hari membutuhkan BBM. Kalau harus antre berjam-jam, tentu sangat mengganggu. Jangan sampai masyarakat terus yang menjadi korban," ujar Kardi.

Baca Juga: Antrean BBM Kembali Jadi Sorotan, DPRD Kotim Bakal Panggil Depo Pertamina

Persoalan tersebut juga menjadi perhatian DPRD Kotim. Ketua Komisi II DPRD Kotim, Akhyanoor, mengatakan pihaknya berencana memanggil Pertamina untuk mengetahui akar persoalan kelangkaan BBM di Sampit.

Pemanggilan tersebut akan dilakukan secara lintas komisi, mulai Komisi I hingga Komisi IV. Menurut Akhyanoor, persoalan BBM berdampak terhadap berbagai sektor yang menjadi mitra kerja DPRD.

"Rencananya akan dilaksanakan lintas komisi I sampai IV karena semuanya itu terdampak, khususnya masing-masing mitranya," kata Akhyanoor.

DPRD juga akan meminta penjelasan terkait dugaan adanya pengurangan kuota BBM untuk wilayah Kotim. Klarifikasi tersebut penting untuk memastikan penyebab pasokan BBM yang tidak stabil dan antrean panjang yang terjadi di lapangan.

Pemanggilan resmi rencananya dilayangkan setelah pembahasan APBD Perubahan 2026 selesai.

Namun, warga berharap agenda tersebut tidak sekadar menjadi rapat. DPRD diminta mendorong solusi konkret agar pasokan BBM kembali normal dan antrean panjang tidak terus berulang.

"Jangan sampai pembahasannya lama, sementara masyarakat terus antre. Ini urusan mendesak. Harus segera dibereskan," tegas Akhyanoor.(ang/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
antrean DPRD Kotim bbm spbu warga