Warga Samuda Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Kotim Bebas Karhutla

RM-109 • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:15 WIB
Ratusan warga Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menggelar Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan, Jumat (21/8/2026) (joy/radar sampit)
Ratusan warga Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menggelar Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan, Jumat (21/8/2026) (joy/radar sampit)

 SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ratusan warga Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menggelar Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan, Jumat (21/8/2026).

Salat sunnah tersebut menjadi pelaksanaan Salat Istisqa pertama yang digelar di wilayah Kabupaten Kotim sepanjang tahun ini.

Ibadah berlangsung mulai pukul 06.30 WIB dan dipusatkan di halaman MTsN 2 Kotawaringin Timur, Jalan H Darlan Umar, Desa Jaya Kelapa, Samuda.

Sejak pagi, jamaah dari berbagai kalangan masyarakat berdatangan dan memadati lapangan sekolah. Mereka mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk, sembari memanjatkan doa agar hujan segera turun setelah wilayah Kotim dilanda musim kemarau.

Dalam pelaksanaan tersebut, Mukrandi, bertindak sebagai imam. Sementara Ustaz Nanang Kasim, S.Sos.I. dipercaya menyampaikan khutbah dan Yunus bertugas sebagai bilal.

Dalam khutbahnya, jamaah diajak melakukan muhasabah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Masyarakat juga diingatkan untuk memperbanyak istighfar serta memanjatkan doa dengan penuh harapan agar hujan yang turun nantinya membawa rahmat dan keberkahan.

Selain memohon turunnya hujan untuk mengatasi kekeringan, pelaksanaan Salat Istisqa juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk berdoa agar Kotim segera terbebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hujan deras sangat diharapkan dapat segera mengguyur wilayah yang mengalami kekeringan, terutama lahan-lahan yang rawan terbakar.

Dengan kondisi tersebut, potensi terjadinya karhutla diharapkan dapat ditekan sekaligus menjaga kualitas udara agar masyarakat terhindar dari dampak kabut asap.

Salat Istisqa ini menjadi bentuk ikhtiar masyarakat Samuda di tengah kondisi kemarau. Selain usaha penanganan di lapangan, doa bersama diharapkan menjadi penguat harapan agar hujan segera turun dan kondisi lingkungan di Kotim kembali lebih aman dari ancaman karhutla. (joy)

Editor : Slamet Harmoko
salat istisqa salat minta hujan doa minta hujan samuda kotim