MUI Anjurkan Salat Istisqa, Pemkab Kotim Segera Koordinasi Pelaksanaannya

M. Akbar • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan pelaksanaan salat Istisqa menjadi salah satu upaya pemerintah di tengah kondisi kemarau yang semakin kering.  (Akbar/Radar Sampit)
Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan pelaksanaan salat Istisqa menjadi salah satu upaya pemerintah di tengah kondisi kemarau yang semakin kering. (Akbar/Radar Sampit)

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merespon anjuran Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Surat Edaran untuk melaksanakan salat Istisqa atau salat meminta hujan di tengah kondisi kemarau dan kekeringan yang terjadi saat ini.

Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan MUI, pengurus masjid, dan para ulama untuk membahas persiapan serta waktu pelaksanaan salat Istisqa.

“Memang kita juga akan mempersiapkan itu. Saat ini kita koordinasi dengan beberapa pengurus masjid dan ulama untuk melaksanakan itu,” ujarnya, Kamis (20/8).

Menurutnya, pelaksanaan salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar di tengah kondisi kemarau yang semakin kering. Namun, pemerintah daerah saat ini juga masih fokus menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang muncul di sejumlah wilayah.

Ia mengatakan petugas masih berjibaku melakukan pemadaman sejak pagi hingga malam karena titik api terus bermunculan. Kondisi cuaca panas dan angin turut membuat penanganan karhutla semakin sulit.

“Kita dari pagi, siang sampai malam, bahkan sampai malam kita berjibaku, karena memang api di mana-mana muncul,” katanya.

Halikinnor juga meminta kepolisian meningkatkan patroli bersama petugas pemadam untuk mencegah masyarakat melakukan pembakaran lahan. Menurutnya, pembukaan lahan dengan cara membakar berpotensi menyebabkan api merembet dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

“Saya minta kepada pihak kepolisian patroli dan gabung dengan pemadam yang ada. Siapa tahu ada warga kita yang iseng atau sengaja supaya tidak perlu biaya, tidak perlu capek-capek langsung membersihkan lahan dengan sistem membakar,” tegasnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, meskipun dengan alasan untuk membersihkan area. Api yang awalnya terkendali dapat menyebar ke wilayah lain, terlebih kondisi saat ini sangat kering.

“Saya minta jangan. Bersih lahan dia, tetapi akibatnya melebar ke sana-kemari dan dampaknya sangat luas, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan segala macamnya,” ujarnya.

Terkait waktu pelaksanaan salat Istisqa, Halikinnor mengatakan Pemkab Kotim masih menunggu hasil koordinasi dengan MUI. Penentuan waktu dan kesiapan pelaksanaan akan dibahas bersama pihak terkait.

“Nanti kita koordinasikan dulu dengan MUI, karena itu kan kita harus koordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan menindaklanjuti anjuran tersebut dan berkoordinasi mengenai kesiapan pelaksanaan salat Istisqa sebagai salah satu bentuk ikhtiar menghadapi kemarau panjang.

“Jadi kita koordinasikan tentang masalah siap untuk waktu pelaksanaannya nanti,” pungkasnya.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
salat istisqa halikinnor pemkab kotim