Tekan Harga dan Inflasi, Pemkab Kotim Gelar Gerakan Pangan Murah

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:48 WIB
PANGAN MURAH: Bupati Kotim Halikinnor menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah di Taman Kota Sampit, Rabu (19/8/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
PANGAN MURAH: Bupati Kotim Halikinnor menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah di Taman Kota Sampit, Rabu (19/8/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Gerakan Pangan Murah sekaligus meresmikan penyaluran bantuan pangan beras periode Juli–September 2026, Rabu (19/8).

Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan komoditas pangan di tengah musim kemarau.

Baca Juga: PNS Kotim Tak Perlu Tunggu April, Kenaikan Pangkat Bisa Diajukan Tiap Bulan

“Ini sebenarnya lanjutan, tetapi kita laksanakan secara seremonial. Hari ini bantuan pangan pemerintah untuk bulan Juli, Agustus, dan September. Sekaligus juga untuk membantu masyarakat, apalagi saat ini musim kemarau, serta menjaga inflasi dengan melaksanakan pasar murah,” kata Halikinnor.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau. Bawang merah tersedia 100 kilogram dengan harga Rp35 ribu per kilogram, bawang putih 80 kilogram Rp34 ribu per kilogram, gula 250 kilogram Rp17.500 per kilogram, serta telur 100 krat dengan harga Rp45 ribu per krat.

Pemerintah juga menyediakan 200 tabung elpiji subsidi ukuran 3 kilogram dengan harga Rp22 ribu per tabung. Ketersediaan berbagai komoditas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan.

Baca Juga: Karhutla MB Ketapang Makin Sulit Dikendalikan, Membentang hingga Pasir Putih

Halikinnor menegaskan, pemerintah daerah bersama perangkat daerah dan pihak terkait akan terus memantau perkembangan harga serta pasokan pangan di pasaran. Pemantauan dilakukan agar langkah intervensi dapat segera diterapkan jika terjadi kenaikan harga atau gangguan pasokan.

Sementara itu, bantuan pangan beras disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), khususnya masyarakat yang masuk desil 1 hingga 4. Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras per bulan.

“Apalagi penerima mendapat 10 kilogram per bulan, sehingga sekaligus menerima 30 kilogram atau tiga sak untuk tiga bulan. Itu sangat membantu. Harapan kita, tidak ada lagi masyarakat kita yang mengalami kesulitan pangan,” ujarnya. (yn/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
tekan harga inflasi kotim pasar murah pangan murah