SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Peringatan detik-detik peringatan ke 81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya diwarnai upacara dan pengibaran Merah Putih. Di sejumlah SPBU, warga justru masih harus berjam-jam mengantre untuk mendapatkan BBM.
Pantauan di lapangan, antrean kendaraan sudah terlihat sejak Senin (17/8) pagi. Bahkan, sejumlah warga mengaku sudah berada di SPBU sebelum layanan dibuka. Mereka tetap bertahan karena tidak punya banyak pilihan. BBM dibutuhkan untuk bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dewi, salah satu warga Baamang, mengaku tidak bisa ikut menikmati peringatan HUT RI seperti masyarakat lainnya karena harus mengantre BBM.
“Jangankan memikirkan untuk menonton peringatan HUT RI, dapat BBM saja kami sulit seperti ini. Saya antre dari SPBU belum buka sampai sekarang, hanya untuk dapat Pertalite,” ungkapnya.
Menurut Dewi, kondisi seperti ini bukan baru terjadi. Antrean panjang sudah berulang kali terjadi dan membuat warga harus menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk mendapatkan BBM.
Baca Juga: Antrean BBM Ganggu Akses Warga Gang Beringin
Hal senada disampaikan Taufik. Dia menyebut peringatan HUT RI tahun ini terasa kurang berkesan karena masyarakat masih dihadapkan pada persoalan mendapatkan BBM.
“Seakan-akan tahun ini momen peringatan HUT RI sangat tidak berkesan karena masyarakat masih kesulitan hanya untuk mendapatkan lima liter BBM untuk kegiatan ekonomi,” ujarnya.
Taufik mengatakan, persoalan ini sudah berlangsung berbulan-bulan. Namun sampai sekarang warga belum melihat tindakan nyata untuk mengatasi antrean tersebut.
“Pemerintah seakan sudah tidak mampu mengurusnya. Kondisi ini sudah berbulan-bulan tanpa ada tanggapan dan tindakan nyata di lapangan sama sekali,” keluhnya.
Persoalan antrean BBM sebenarnya sudah mendapat perhatian Bupati Kotim Halikinnor. Bupati sebelumnya berjanji akan memanggil Pertamina untuk membahas kondisi pasokan BBM di Kotim.
Ketua DPRD Kotim juga menyampaikan janji yang sama. DPRD akan memanggil Pertamina untuk meminta penjelasan mengenai persoalan pasokan dan distribusi BBM yang membuat warga harus mengantre panjang. Namun, janji tersebut sampai sekarang belum terlaksana. Sudah sekitar dua pekan sejak rencana pemanggilan disampaikan, tetapi pertemuan dengan Pertamina belum juga dilakukan.(ang/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama