SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kebersamaan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurutnya, pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
Halikinnor mengatakan, pencegahan karhutla harus dilakukan melalui kesiapsiagaan pemerintah, dukungan dunia usaha, peran tokoh masyarakat, kepedulian generasi muda, serta kesadaran masyarakat. Langkah tersebut penting untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus menjaga kualitas udara.
Baca Juga: Banggar DPRD Gumas Sampaikan Catatan untuk Penggunaan APBD Perubahan 2026
“Karhutla bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah; ini adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Halikinnor.
Ia menegaskan, upaya pencegahan harus menjadi prioritas sebelum kebakaran terjadi. Selain berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, karhutla juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial.
“Menjaga alam berarti menjaga kesehatan, menjaga ekonomi, dan menjaga masa depan generasi kita. Ingatlah, mencegah lebih baik daripada memadamkan,” ujarnya.
Baca Juga: Silaturahmi PWI Kalteng-UMPR, Peluang Kolaborasi Pengembangan SDM
Halikinnor menilai Kotim memiliki modal besar untuk terus berkembang, mulai dari sumber daya alam dan sumber daya manusia hingga masyarakat yang dikenal bekerja keras serta generasi muda yang kreatif.
Modal tersebut semakin kuat dengan semangat gotong royong yang menjadi bagian dari jati diri masyarakat Kotim, yakni Habaring Hurung.
Menurutnya, Habaring Hurung bukan sekadar ungkapan, melainkan nilai yang diwariskan para pendahulu untuk terus saling membantu, menguatkan, dan bekerja bersama dalam mencapai tujuan yang lebih besar. Nilai tersebut dinilai sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk ancaman karhutla.
Baca Juga: DWP Diskominfosantik Gunung Mas Gelar Lomba Meriahkan HUT ke 81 Kemerdekaan
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen daerah menyatukan kekuatan. Pemerintah bekerja, masyarakat bergerak, dunia usaha berkontribusi, generasi muda berkarya, dan seluruh elemen daerah bergotong royong. Perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang, menurutnya, tidak boleh menjadi penghalang persatuan.
“Kita boleh berbeda suku, agama, budaya, dan latar belakang, tetapi kita memiliki rumah yang sama, yaitu Kotawaringin Timur. Jangan biarkan perbedaan memisahkan kita dan jangan biarkan provokasi merusak persaudaraan,” tegasnya.
Halikinnor berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi penguat tekad bersama untuk membangun daerah.
Baca Juga: Isen Mulang FC Datangkan Tiga Pemain Asing, Eks Persebaya Jadi Andalan
Ia mengajak masyarakat menjaga lingkungan, mencegah karhutla melalui kebersamaan, serta mendukung pembangunan yang memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kotim. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor