SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kesulitan mendapatkan sumber air menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kotawaringin Timur (Kotim). Kondisi tersebut terutama dirasakan saat petugas menangani kebakaran di kawasan gambut.
Untuk mengatasi persoalan itu, Manggala Agni membuat sumur bor manual di Jalan Tjilik Riwut, dekat pintu masuk Sagonta Kota, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang.
Baca Juga: Cara Cek Kualitas Udara Saat Ancaman Kabut Asap Karhutla di Kalteng Meningkat, Begini Langkahnya
Komandan Daops Pangkalan Bun Seksi Wilayah III Kalsel-Teng, Binsar Oktavianus Togatorop, mengatakan sumur tersebut dibuat karena kawasan sekitar lokasi karhutla memiliki akses sumber air yang terbatas.
"Ini karena wilayah ini kesulitan akses air untuk pemadaman karhutla. Ini juga yang mengakibatkan pemadaman api di lahan gambut sering tak tuntas," ujarnya.
"Karena atensinya di wilayah Baamang dulu karena akses jalan Trans Kalimantan dan bandara, jadi ini yang prioritas dulu," katanya.
Sumur bor yang dibuat saat ini baru terdapat satu titik. Kedalamannya mencapai sekitar 24 meter dan sudah menghasilkan air, meskipun debitnya belum maksimal.
Baca Juga: Ancaman Kemarau Panjang, Gubernur Kalteng Warning Pemda Jangan Lambat Tangani Karhutla
Binsar menjelaskan, sumur tersebut memang disiapkan sebagai sumber air untuk mendukung pemadaman karhutla, khususnya di kawasan lahan gambut.
"Sumur bor yang dibuat sedalam 24 meter kini sudah mengeluarkan air," ujarnya.
Keberadaan sumber air tersebut diharapkan dapat memudahkan petugas ketika melakukan pemadaman.
Petugas pemadam kebakaran maupun BPBD tidak perlu lagi mencari titik pengisian air yang lokasinya jauh dari titik kebakaran.
"Harapannya petugas pemadam kebakaran dan BPBD bisa mengakses air tanpa harus mencari titik pengisian," katanya.
Ia menambahkan, keberadaan sumber air di sekitar lokasi kebakaran sangat penting untuk memastikan proses pemadaman berjalan lebih efektif.
Terlebih, api di lahan gambut dapat menjalar hingga ke bawah permukaan sehingga membutuhkan pasokan air yang cukup untuk proses pemadaman dan pendinginan.
Untuk sementara, Manggala Agni masih memantau hasil sumur bor tersebut. Jika debit air dapat memenuhi kebutuhan operasional, keberadaan sumur tersebut dapat menjadi salah satu alternatif sumber air dalam penanganan karhutla di wilayah Baamang. (oes)
Editor : Slamet Harmoko