SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain merusak lingkungan, kebakaran yang meluas mulai menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan berbagai aktivitas masyarakat.
Menurut Halikinnor, kondisi cuaca yang kering meningkatkan potensi muncul dan meluasnya api. Karena itu, pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan personel Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, tetapi membutuhkan peran aktif pemerintah wilayah, mulai dari lurah, camat hingga masyarakat.
Baca Juga: PKK Jadi Mitra Strategis Pemda dalam Memperkuat Ketahanan Keluarga
“Jangan sampai masyarakat melakukan pembakaran lahan. Kita harus bersama-sama mencegah agar karhutla tidak semakin meluas,” ujar Halikinnor.
Ia meminta masyarakat menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar lahan maupun sampah secara sembarangan. RT/RW, lurah, dan camat juga diminta terus melakukan sosialisasi serta mengingatkan warga, khususnya di kawasan yang rawan terjadi karhutla.
Dampak kebakaran, lanjutnya, tidak berhenti pada kawasan yang terbakar. Ketika asap mulai menyebar, kualitas udara dapat menurun dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut juga berpotensi berdampak terhadap sektor kesehatan, pendidikan, transportasi hingga perekonomian.
Baca Juga: Karhutla di Lahan Gambut Meluas hingga Kilometer 14
“Ini bukan hanya persoalan kebakaran, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat. Kalau sudah muncul kabut asap pekat, dampaknya akan lebih luas, tidak hanya terhadap lingkungan dan kesehatan, tapi juga transportasi, pendidikan hingga perekonomian daerah secara umum,” jelasnya.
Karena itu, Halikinnor meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan selama Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan yang berlaku hingga 26 Agustus 2026. Setiap kemunculan titik api harus segera ditangani dan tidak dibiarkan berkembang menjadi kebakaran besar. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor