Dua Rumah Ludes dalam Sepekan, Kebakaran Teror Warga MB Ketapang Sampit

Fahry Ilhami Samosir • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:26 WIB

 

KEBAKARAN: Bangunan milik warga terbakar di Gang Hijrah, Jalan DI Panjaitan Sampit, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Selasa (4/8/2026) sore. FOTO: IST/RADAR SAMPIT
KEBAKARAN: Bangunan milik warga terbakar di Gang Hijrah, Jalan DI Panjaitan Sampit, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Selasa (4/8/2026) sore. FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com — Warga di kawasan padat penduduk Jalan DI Panjaitan, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kini tengah dilanda kecemasan luar biasa. Dalam kurun waktu sepekan saja, dua bangunan rumah semi permanen rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam rentetan insiden maut ini, namun total kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Kondisi cuaca panas ekstrem yang disertai embusan angin kencang membuat kobaran api dengan cepat mengamuk dan merembet, menebar teror di tengah permukiman.

Baca Juga: Kompolnas Awards 2026, Gubernur Ungkap Kontribusi Polda Kalteng

Dapur Membara di Gang Hijrah

Peristiwa pertama meletup di Gang Hijrah, Jalan DI Panjaitan Selatan pada Selasa (4/8/2026), pukul 16.30 WIB. Rumah semi permanen milik Bandi mendadak dikepung api yang bersumber dari bagian dapur.

Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong melompong karena sang pemilik sedang asyik berdagang di luar.

"Waktu itu saya sedang santai di belakang rumah. Tiba-tiba ada api di bagian dapur rumah Bandi. Saya langsung panik dan teriak ada api," ungkap Ijul, saksi mata di lokasi kejadian.

Warga sekitar yang panik sempat berjibaku melakukan pemadaman secara manual. Tak berselang lama, enam unit mobil pemadam kebakaran meluncur kencang ke lokasi. Petugas harus bekerja ekstra keras melokalisir api agar tidak membakar rumah-rumah lain yang berdiri berdempetan. Meski berhasil dipadamkan, bangunan milik Bandi gagal diselamatkan dan hancur total.

Baca Juga: Game Online Jadi Pintu Masuk Paparan Paham Kekerasan Anak di Kotim

Ledakan Misterius di Gang Resmi

Belum habis trauma warga Gang Hijrah, teror kebakaran kembali pecah tak jauh dari lokasi pertama, tepatnya di Gang Resmi pada Jumat (7/8/2026), siang hari.

Kali ini, rumah semi permanen milik Aran yang tengah ditinggal pergi minum Herbalife ke Kecamatan Baamang, mendadak jadi sasaran empuk si jago merah.

Api yang diduga bermula dari bagian tengah rumah dengan cepat membesar dan memuntahkan kepulan asap hitam pekat.

Suasana seketika berubah mencekam karena lokasi kejadian berada tepat di belakang kawasan pendidikan. Ratusan pelajar Sekolah Dasar (SD) yang panik berhamburan keluar kelas hingga ke badan jalan raya demi menyelamatkan diri.

Baca Juga: Kemenkeu Gelontorkan Rp20 Triliun, Kalteng Berharap Dapat Bagian Cukup

Di tengah kepanikan warga yang berkerumun, sebuah suara ledakan misterius sempat terdengar menggelegar dari dalam rumah yang terbakar, membuat situasi semakin menegangkan. Sumber ledakan tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan aparat terkait.

Dua insiden beruntun dalam waktu sepekan ini menjadi lonceng peringatan keras bagi masyarakat Kotim. Di tengah musim kemarau dan cuaca panas yang masih membakar wilayah Sampit, kelalaian sekecil apa pun terbukti bisa berakibat fatal.

Aparat setempat mendesak warga agar tidak lengah, periksa rumah sebelum ditinggal, pastikan kompor, colokan listrik, dan potensi sumber api lainnya dalam kondisi mati atau aman sebelum meninggalkan rumah.

Waspada kebakaran jika melihat kepulan asap mencurigakan agar penanganan bisa dilakukan sebelum api membesar. (sir/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
Peristiwa kebakaran kejadian musibah si jago merah