Orangutan Masuk Kebun, Rusak 15 Pohon Sawit di Km 15 Sampit

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 20:45 WIB
Petugas BKSDA bersama seorang warga mengamati anak pohon kelapa sawit yang diambil umbutnya oleh orangutan di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 15 Sampit-Pangkalan Bun. (BKSDA Resort Sampit)
Petugas BKSDA bersama seorang warga mengamati anak pohon kelapa sawit yang diambil umbutnya oleh orangutan di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 15 Sampit-Pangkalan Bun. (BKSDA Resort Sampit)

 SAMPIT, radarsampit.jawapos.com  – Kemunculan orangutan kembali dilaporkan di sekitar permukiman dan lahan pertanian warga di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, satwa dilindungi tersebut diduga merusak sedikitnya 15 pohon kelapa sawit di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Km 15, Sampit.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan pihaknya telah melakukan observasi lokasi pada Senin (10/8/2026). Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WIB.

Petugas mendatangi lokasi setelah menerima laporan mengenai kemunculan dan gangguan orangutan terhadap tanaman warga. Dari hasil pengecekan, kawasan tersebut berupa semak belukar yang telah dibuka masyarakat untuk lahan pertanian atau ladang.

Di sekitar lahan pertanian warga juga terdapat cukup banyak tanaman kelapa sawit.

Muriansyah mengatakan, berdasarkan keterangan pelapor bernama Fahmi, terdapat sekitar 15 pohon kelapa sawit yang mengalami kerusakan.

"Dari keterangan pelapor, anak kelapa sawit yang dirusak berjumlah sekitar 15 batang," kata Muriansyah.

Petugas kemudian bersama Fahmi dan sejumlah warga melakukan pencarian untuk memastikan keberadaan orangutan. Namun, satwa tersebut tidak ditemukan selama observasi.

Meski begitu, petugas menemukan satu sarang orangutan kelas tiga di sekitar lokasi.

Dari pemeriksaan terhadap bekas pelepah kelapa sawit yang diduga dimakan, BKSDA memperkirakan aktivitas orangutan di kawasan tersebut terjadi sekitar dua hingga empat minggu sebelumnya.

"Kami menemukan satu sarang kelas tiga. Dari bekas pelepah kelapa sawit yang dimakan, diduga kuat aktivitas tersebut terjadi antara dua sampai empat minggu yang lalu," ujar Muriansyah.

Petugas juga menggali informasi dari sejumlah peladang dan petani yang berada di sekitar lokasi. Mereka tidak mendapatkan informasi mengenai kemunculan orangutan dalam beberapa waktu terakhir.

BKSDA kemudian memberikan pengarahan kepada Fahmi dan warga lainnya agar tidak melakukan tindakan terhadap orangutan apabila satwa tersebut kembali terlihat.

Warga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila orangutan kembali memasuki lahan pertanian atau perkebunan.

Muriansyah mengatakan, laporan masyarakat penting untuk membantu petugas memantau pergerakan satwa liar, terutama orangutan yang merupakan satwa dilindungi.

Observasi berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Hingga kegiatan selesai, orangutan yang dilaporkan merusak tanaman sawit tersebut belum ditemukan. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
Orangutan sawit kotim